Minggu, 13 April 2014
Ternyata Kayak Gini Gan Sekolah di Jepang
( Disalin dari :http://m.kaskus.co.id/thread/533ee6d418cb173e0e8b4696?utm_content=bufferd73da&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer)
Pendahuluan
Jepang dikenal sebagai negara maju. Teknologinya merajai dunia. Produk produknya ada di mana mana. Mobilnya memenuhi jalan jalan di seluruh dunia. Kira kira bagaimana anak anaknya sekolah agan? Apa penuh dengan gadget dan canggih? Wong di negeri tercinta saja anak anak SD sudah pada bawa hape.
Kebetulan ane sudah 3 tahun terakhir studi di Jepang. Sedikit berbagi mudah mudahan berguna.
Sekolah ditentukan pemerintah kota
Untuk Sekolah SD dan SMP di Jepang mendaftarnya di Kantor balai kota. Terus balai kota lah yang menentukan anak harus sekolah di mana. Jadi tidak boleh milih sendiri. Penempatan sekolah berdasarkan alamatnya.
Anak SD dan SMP si Jepang wajib jalan kaki gan. Jadi walaupun di rumah punya mobil ferari, tetap saja nggak boleh diantar. Salah satu kelebihan sistem ini, tidak ada kemacetan akibat ortu nganter anak ke sekolah.
Siswa berjalan ke sekolah dalam grup grup yang sudah ditentukan. Mereka berangkat memakai topi kuning dan harus bersama sama dalam grup nya masing masing. Jika ada yang tidak masuk, ketua grup wajib melapor ke sekolah.
Anak SD sedang berangkat sekolah
Di sekolah, anak anak tidak perlu seragam jika bukan pelajaran olah raga, kira kira seperti ini gan situasi di kelas
Suasana belajar
Oya, pada saat penerimaan murid baru, orang tua dan siswa wajib menhadiri upacara pembuakaan sengan memakai baju resmi. Ber jas dan berdasi. Tapi enaknya, nggak ada makan makan gan. Jadi nggak repot keluarin biaya.
Suasana upacara pembukaan sekolah
Oya gan, anak Jepang nggak perlu upacara bendera. Tapi herannya nasionalisme mereka tak ada duanya di dunia.
tas sekolah
Semua anak SD di Jepang memakai tas sekolah yang sama. Warnanya hitam atau biru bagi laki laki dan boleh warna warni bagi perempuan. Tas ini sangat mahal gan untuk ukuran ane. Sampai 30.000 yen. Sekitar Rp.3.5 juta. Jaminan garansi 6 tahun. Jadi sekali dipakai, sampai nanti lulus SD gan. Begini penampakan tas sekolah
Tas sekolah (kayak punya nobita ya)
Tak ada Sekolah "Kaporit" gan
Karena ditentukan pemerintah, maka SD dan SMP tidak ada sekolah kaporit... eh Pavorit gan. Semua sama. jadi nggak perlu desak2an rebutan cari sekolah. kalau dipikir yang sebabkan suatu sekolah pavorit itu apa to gan? Yo muridnya. kalau sejak awal hanya siswa pandai yang boleh masuk, akhirnya ya pintar pintar dah. Jadi taraf SD dan SMP, semua pemerataan.
belajar apa saja?
Jam belajar SD mulai jam 8 sampai jam 4 sore. Materi pelajaran tidak banyak. Matematika, bahasa Jepang, Seni, Olahraga, life skill. Oya gan, sampai kelas 2 itu siswa hanya diajar pipolondo (ping poro lan sudo) alias perkalian, pembagian, penambahan dan pengurangan. Terus diulang ulang sampai faham.
Pelajaran bahasa Jepang mutlak diajarkan, nggak peduli untuk siswa asing. Hurufnya hiragana dan katakana. Untuk kelas 1 SD harus hafal dan bisa menulis 80 kanji. Nanti kelas 2 harus hafal 150 kanji dan seterusnya. Kanji ini kayak orang menggambar gan, jadi mesti dihapalkan. Salah cara menarik garisnya saja ketahuan sama gurunya.
Olah raga sangat ditekankan. Sehingga pembibitan atlet olimpiade dimulai sejak dini.
Pelajaran IPA langsung ke alam. Siswa diajak ke kebun, diajak mancing ikan, dan dari situ ilmu pengetahuan alam dimasukkan.
Guru memberi pengarahan menjelang acara mancing
Suasana mancing bersama.
Oya, setiap liburan musim panas, semua siswa diwajibkan membuat project, entah itu apa. Boleh seni, boleh percobaan atau apapun. Buku buku percobaan maca gini banyak sekali dan dijual sangat murah gan.
Buku Percobaan
Percobaan
Halaman dalam
Salah Satu halaman dalam nya
larangan membawa hape
Selain wajib jalan kaki, siswa SD dan SMP di Jepang dilarang membawa Hape. Entar kalau sudah SMA, baru boleh naik JITENSA ke sekolah. Baru mendapat SIM jitensa. Kira-kira penampakan Jitensa itu seperti ini.
Jitensa
Yah....sepeda onthel gan. Sepeda kayuh. Jadi jangan harap siswa smp dan sma di Jepang sempat menikmati sepeda motor, balapan..... Mereka ke sekolah naik onthel.
Oya gan, sekolah di Jepang itu hampir gratis. Kalau pun bayar sikit bangets. Itu pun masih dikasih tunjangan dari pemerintah.
Gimana gan? Pengin nggak negeri tercinta kelak seperti Jepang? Anggaran pendidikan kita besar lho. Sampai 20% APBN. Jadi insya Allah bisa.
Sebelum melihat sendiri, ane nggak nyangka gan, jika negeri yang maju dan terkenal ini, teenyata mendidik siswa siswanya dengan cara tradisional!
Updated
Bersepeda
Jika di rumah, anak anak SD boleh bersepeda. Mereka wajib memakai HELM. Oya gan, sepeda merupakan kendaraaan yang sangat penting di Jepang. Di sini tidak ada sepeda motor bebek kayak Di Indonesia. Adanya hanya gensuki (matic 50 cc yang tidak boleh dipakai bonceng), Motor gede dan mobil. Nggak tahu ya, apakah dianggap sebagai penyebab kemacetan atau gimana.
Memakai sepeda penuh dengan aturan. Setiap sepeda punya surat. Semacam STNK yang harus dibawa ke mana pergi. Di body sepeda juga ditempel stiker. Kayak plombir di tahun 70 an di Indonesia.
Seringkali ada operasi sepeda. Sepeda tanpa plombir nggak ada ampun, diangkut sama petugas. Sedang yang tidak membawa surat akan ditanyai untuk membuktikan sepeda itu miliknya. Semua sepeda yang ada di jalan jalan teregister semua di pemerintah kota. Tidak main main!
Tapi sepeda sangat diutamakan di Jepang. jadi anak anak naik sepeda di jalan insya Allah aman.
Tapi sekali lagi saya beritahukan bersepeda ke sekolah hanya diijinkan untuk :
1. Murid SMA
2. Murid SMP yang ruamahnya jauh (dengan ijin khusus)
Persiapan Bencana
Jepang negara yang sangat sering terkena bencana. Mereka harus siap. Anak SD dibiasakan siap jika ada apapun. Yang berwarna kuning ini adalah helm darurat. Dipakai jika ada gempa. Biar kepala nggak benjut gan.......
Latihan ANTRI
Antri itu apa to gan? Kok penting amat? Yups... bagi yang pernah kuliah di Teknik Industri akan tahu bagaimana pentingnya antri. Kemacetan di jalan jalan salah satunya karena tak ada antri. Jepang mengajari anak anak untuk antri sejak dini. tak ada yang berebut. Semua saling menghormati. Ingat kasus bencana tsunami Sendai, dalam keadaan lapar, mereka tidak mau menjarah barang bukan miliknya gan....
ANTRIAN di suatu sekolah pada sebuah acara
Makan siang di Sekolah
Karena jam pelajaran yang panjang anak anak Jepang mekan siang di sekolah. Semua gratis ditanggung pemerintah. Karena ane muslim, dan takut untuk makan makanan mereka yang bisa jadi kecampur barang tidak halal, anak ane mesti bawa bento (sangu dari rumah).
Karya Anak anak
Liburan musim panas sangat panjang. Hampir 45 hari. Saat itu Jepang panas panasnya. Bisa sampai 40 derajat. pada saat itu anak anak mendapat tugas project. Ini adalah salah satu buatan anak SD. Sederhana gan. Jangan beranggapan canggih canggih. Tapi cukup mengena
Mobil dari Botol minuman, bertenaga baling baling
Universitas Sering Open Lab gan
Setiap ada acara, universitas sering mengadakan open Lab. Mereka membuka hasil karya mereka untuk dilihat, dipakai dan dimainkan anak anak.
[img]http://cdn.kaskus.com/images/2014/04/11/6240213_20140411030758.jpg
[/img]
Mencoba ROBOT
Banyak Protype Robot yang dimainkan anak anak dengan didampingi mahasiswa
Jepang Tidak mengajarkan Agama di sekolah gan........ tapi toleransi sangat tinggi
Pelajaran agama tidak diajarkan di sekolah. Bahkan rata rata orang Jepang menganut banyak agama. Tapi mereka sangat bertoleransi kepada umat beragama lain. Di sekolah anak ane diberi mushola dan dioprak oprak untuk sholat jika waktunya tiba. Jika di tempat umum, pas waktunya sholat, karena jauh dari masjid, kita sholat di sembarang tempat, insya ALlah Aman.
Demikian sedikit yang saya ketahui tentang pendidikan dasar di Jepang. Harapan TS agar kita mengambil yang baik dan membuang yang buruk. Sehingga kehidupan dan pendidikan di tanah air akan lebih baik.
Senin, 23 September 2013
Waspadai 8 krisis di tahun pertama pernikahan!
Tahun pertama pernikahan sering digambarkan sebagai masa kritis. Hal ini dikarenakan kebanyakan masalah dalam pernikahan muncul di tahun pertama. Jika Anda dapat bertahan pada tahun pertama pernikahan, Anda dan pasangan dapat melanjutkan hubungan ke tahap berikutnya pada pernikahan. Sayangnya, beberapa pasangan yang baru menikah akhirnya harus bercerai karena tidak mampu menahan gelombang di tahun pertama. Berikut adalah delapan krisis di tahun pertama pernikahan yang harus Anda waspadai.
1. Berbagi pekerjaan rumah tangga
Ingat, pekerjaan rumah tangga tetap harus dibagi. Bukan hanya wanita yang harus mengerjakan tugas rumah, melainkan juga pria. Pasangan yang baru menikah sering mengalami pertengkaran kecil perihal siapa yang mengerjakan tugas rumah yang berujung pada adu mulut yang tak berkesudahan.
2. Kebersihan diri pribadi
Kebiasaan kotor dan jorok yang dilakukan pasangan menjadi penyulut pertengkaran dalam rumah tangga. Jika kebiasaan itu tidak diubah, kedua pasangan akan terus bertengkar dan berakhir pada ketidakcocokan antar satu sama lain.
3. Masalah keuangan
Masalah keuangan bisa menjadi masalah yang sensitif bagi setiap pasangan yang baru menikah. Sebaiknya, sebelum menikah, Anda dan pasangan sudah mulai menyusun "peta" tentang masalah keuangan kalian. Siapa yang membayar tagihan atau bagaimana cara menabung uang bulanan.
4. Obsesif
Pada tahun pertama pernikahan, setiap pasangan tentu merasa ingin selalu bersama dengan pasangannya. Hal ini wajar, namun cobalah untuk sedikit menekan perasaan itu agar pasangan tidak merasa terkekang.
5. Perbedaan gaya hidup
Perbedaan gaya hidup bisa menjadi penyebab pertengkaran setelah menikah. Misalkan, Anda suka makan junk food, sementara pasangan Anda suka makan makanan rumahan yang sehat.
6. Interferensi orang tua
Setelah menikah, Anda akan menjadi bagian dari keluarga pasangan Anda. Berselisih paham dengan mertua adalah hal yang biasa dan wajar. Namun, jika mertua mulai menyetir dan mengontrol kehidupan pernikahan Anda dan pasangan, itu akan mempengaruhi keharmonisan kalian.
7. Waktu bersama teman
Setelah menikah, Anda tidak lagi memiliki banyak waktu untuk bertemu atau hang out dengan teman. Jadi, mulailah terbiasa dengan kondisi itu karena Anda telah terikat dalam pernikahan.
8. Perang ego
Pasangan yang baru menikah masih enggan untuk menahan ego masing-masing. Mereka masih butuh waktu untuk berdamai dengan ego mereka sendiri dan pasangan.
nilah delapan masalah di tahun pertama pernikahan yang perlu Anda waspadai. Siapapun tentu butuh beradaptasi setelah menikah.
Senin, 12 Agustus 2013
Melatih Habit of Attention
( Hasil Copas dari :Pustaka Charlotte Mason Indonesia)
“Perhatian adalah kemampuan dan kebiasaan untuk mengerahkan segenap bagian pikiran untuk berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan. Orangtua, khususnya ibu, perlu diajari untuk mengembangkan dan memupuk kebiasaan memperhatikan ini dalam diri anak-anak mereka sejak awal masa bayi.”
Demikianlah pendefinisian Charlotte Mason tentang habit of attention, salah satu dari tiga kebiasaan terpenting yang menurutnya wajib kita latihkan kepada anak-anak. Dia menghabiskan banyak tinta untuk menulis tentang itu dalam buku-bukunya, terutama di volume 1 Home Education.
Mengapa habit of attention begitu penting? Sebab inilah fondasi bagi kerja mental anak dalam hidup dan profesinya kelak. Setiap anak pasti memiliki banyak talenta, kata Charlotte, tapi semua talenta itu hanya akan terpakai baik apabila ia memiliki daya perhatian, kesanggupan berkonsentrasi, tinggi. Kekuatan daya perhatian adalah ciri manusia profesional dan terlatih – yang sangat berpengaruh pada nasib seorang anak, apakah dia akan jadi orang sukses atau orang rata-rata.
Tanpa habit of attention, benak kita akan selalu terseret dalam berbagai arus pikiran yang mengalir ke sana kemari tak henti-hentinya. “Ide-ide senantiasa melintasi otak, pagi dan malam, tidur atau bangun, sinting atau waras,” itulah yang Charlotte amati tentang kodrat benak manusia. Literatur Buddhis menamainya fenomena pikiran monyet (monkey mind). Pikiran-pikiran itu muncul begitu saja tanpa kita suruh. Satu topik belum tuntas, sudah muncul lagi yang lain. Susul-menyusul, meloncat ke sana kemari, seolah tak ada ujung pangkalnya – seperti yang tampak dari ocehan orang mabuk, orang gila, anak kecil, para lansia yang mulai pikun, dan lain-lain pribadi yang belum mampu atau tak mampu lagi menguasai benaknya. Jadi, orang yang tak bisa memikirkan perkara yang ia pilih di waktu yang ia pilih, dan sekedar hanyut dalam arus pikiran apa pun yang muncul di otaknya, tidak lebih dari seorang imbesil. (Vol. 1, hlm. 138-139)
Dalam proses belajar-mengajar, sangatlah melelahkan menghadapi anak-anak yang tak punya daya konsentrasi. Diajak membaca, malah melamun. Diminta membuat narasi, lupa. Mengerjakan satu hal belum tuntas, sudah beralih perhatiannya ke hal lain. Dawdling, istilahnya. Satu pekerjaan yang mustinya bisa selesai dengan cepat menjadi lama karena pikiran anak mengembara ke mana-mana, mulai dari makan, mengikat tali sepatu, sampai menggarap worksheet matematika. Waktu terus terbuang namun tak banyak (bahkan mungkin tak ada) tugas yang kelar.
Namun kabar baiknya adalah setiap anak bisa dilatih untuk memiliki daya perhatian dan fokus. “Siapa pun bisa meraihnya,” yakin Charlotte. Yang terbaik adalah jika ayah-ibu melatihkan kebiasaan memperhatikan ini sedini mungkin – bahkan sejak awal masa bayi. Prinsip dasarnya adalah “menarik dan mempertahankan perhatian anak lewat sarana yang memotivasi anak untuk berkonsentrasi” (Vol. 1 hlm. 145) dan “awas sejak semula dalam melawan terbentuknya kebiasaan tak memperhatikan yang kontraproduktif” (hlm. 146). Apabila latihan ini berhasil, durasi rentang perhatian anak akan meningkat seiring pertambahan usianya.
Saya merasa beruntung berkenalan dengan pemikiran Charlotte Mason ketika sulung saya masih terbilang muda, waktu itu sekitar 1,5 tahun. Ada banyak saran praktis dari tulisan-tulisannya serta tulisan-tulisan para praktisi metode CM senior lain yang saya terapkan di rumah bagi si sulung, dan kemudian adiknya, yang membentuk kekuatan daya perhatian mereka hari ini. Apa saja?
Pertama, jangan banjiri anak dengan banyak mainan secara sekaligus. Sejak bayi kita sudah bisa melatih anak berkonsentrasi. Caranya ialah membantu dia fokus selama mungkin pada satu mainan. Anak bayi biasanya cepat sekali berganti minat. Baru satu menit diberi krincingan, matanya sudah beralih ke bola, dari bola ke boneka, dari boneka ke benda lain lagi. Pungutlah mainan yang ia tinggalkan itu dan dengan sedikit atraksi ulur minatnya pada benda itu sedikit lebih lama lagi, begitu saran Charlotte soal latihan habit of attention yang pertama.
Kedua, matikan TV. Televisi bukan cuma memancarkan radiasi yang bisa merusak daya penglihatan anak, tapi juga memperpendek rentang perhatiannya. Setiap 1-2 detik, gambar berganti sudut atau adegan, jauh lebih cepat dari pergerakan yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ini membuat anak tak terbiasa memperhatikan sesuatu secara cermat dalam jangka waktu lama. Begitu kenal metode CM dan membaca rekomendasi dari Asosiasi Dokter Anak Amerika, saya dan suami sepakat menerapkan No TV Policy. Kami tidak menyalakan televisi selama anak-anak masih bangun.
Ketiga, banyak-banyak mengekspos anak pada kegiatan outdoor dan nature walk. Alam adalah pelatih habit of attention yang luar biasa, guru yang penuh kelembutan dan tak pernah memaksa, namun bisa menarik minat siswa-siswi kecil ini untuk memperhatikannya. Sambil berjalan-jalan, biasanya saya mengajak mereka mencermati objek-objek di alam itu. Yang paling mudah menarik perhatian anak kecil biasanya binatang (laba-laba, kupu-kupu, bunglon, kumbang, berudu, ayam, sapi, kambing, dan masih banyak lagi). Selain mengamati, saya juga mendorong serta memfasilitasi mereka bereksplorasi atau memanipulasi benda-benda alam – misalnya memanjat pohon, merangkai bunga atau mengisap nektar dari pangkalnya, membuat ketapel dari ranting, dan lain-lain ide yang bisa muncul seketika di tempat. Catatan lain untuk poin ini adalah sebisa mungkin tidak main ke mall. Kadang kami memang ke playground komersial sebagai kegiatan selingan, tapi saya lebih suka mengarahkan anak-anak main di taman kampung atau hutan wisata atau tempat sejenis itu. Semakin sedikit aspek buatan manusia di sana (termasuk ayunan, prosotan, tangga panjat setengah lingkar, jungkat-jungkit, dan lain-lain), semakin anak harus menginisiasi perhatiannya pada suatu hal alami, semakin baik.
Keempat, melatih konsentrasi dalam perkara sehari-hari. Berikan pengertian dalam bahasa sederhana pada anak pentingnya berkonsentrasi pada yang ia kerjakan dan tantang dia untuk memusatkan perhatiannya pada hal itu. Kata “fokus!” termasuk kata yang paling sering diucapkan di rumah kami. Setiap kali kakinya ingin turun dari kursi, meninggalkan piringnya yang belum kosong di meja makan, atau matanya terpaku pada buku sampai mulutnya berhenti mengunyah, kata itu pasti terlontar. Kegiatan makan memang salah satu tolok ukur apakah daya konsentrasi anak sudah baik atau belum. Kalau menghabiskan isi piringnya saja belum bisa fokus, apalagi mengerjakan hal lain.
Kelima, menunda pelajaran terstruktur sampai anak berusia 6-7 tahun. Biarkan anak bermain bebas, berinisiatif sendiri menciptakan permainan mereka atau memilih kegiatan yang mereka sukai, karena itu akan memperpanjang rentang perhatian mereka dibanding menyuruh mereka mengerjakan kegiatan yang kita rancang. Saya memegang prinsip dari Dorothy Einon di bukunya Learning Early: “kalau anak betah mengerjakan sesuatu sampai lebih dari 15 menit, itu pertanda baik”. Ini bersesuaian dengan prinsip CM masterly inactivity. Kalau anak sudah bisa secara positif menyibukkan diri, orangtua jangan interupsi. Ingat, merekalah pemeran utama, kita hanya aktor pembantu dalam proses pendidikan ini.
Keenam, ketika pelajaran terstruktur sudah mulai, taati asas living books, short lessons, generous curriculum, dan gunakan metode narasi dengan prinsip “sekali baca”. Variasi subjek yang beragam, dengan bacaan serba indah-inspiratif-berkualitas, dipelajari dengan penuh konsentrasi dalam waktu yang terbatas, dan harus diceritakan kembali dalam bahasa sendiri hanya setelah mendengar atau membaca satu kali saja, ini semua melatih anak mengerahkan segenap kemampuannya dan memperoleh hasil optimal dari materi pelajarannya. Kualitas musti didahulukan ketimbang kuantitas. Lebih baik 5 menit tapi fokus, daripada 1 jam tapi melamun ke mana-mana. Kalau anak betul-betul sudah tak bisa konsentrasi, lebih baik sesi pelajaran diakhiri.
Melatihkan habit of attention ini adalah bagian dari menggembleng kekuatan kehendak anak, supaya kelak dia punya kendali sepenuhnya atas pikirannya. Dia bisa berkata “tidak!” pada pikiran yang tak produktif, dan berkata “ayo, terus!” pada pikiran yang produktif sekalipun mood-nya sebetulnya tidak mendukung. Apabila diduetkan satu paket dengan habit of obedience (saya definisikan: kebiasaan untuk respek pada otoritas), hasilnya bisa menakjubkan.
Jumat, 02 Agustus 2013
Mengenali Bakat Anak
Mengenali Bakat Anak
Catatan Penting: Anak2 yang sudah mengenal bakat dirinya (Talent) dan mengembangkannya (kutahu yg kumau), niscaya dia akan lebih memiliki percaya diri dan mampu berdisiplin. Memiliki kreatifitas dan curiosity terhadap hal-hal baru di bidangnya. Performance Character (rajin, tekun, disiplin, tepat waktu, berkarya sempurna, cepat mengambil keputusan dll) dan Moral Character (jujur, berani, respek, amanah, berbagi dll) akan lebih mudah dibangun.
Berikut beberapa tips mengenali bakat.
Sebagian besar orang tua menganggap bahwa anak bisa dikatakan cerdas apabila ia memiliki prestasi yang baik di sekolahnya, apalagi kalau selalu menjadi juara kelas.
Ayah Bunda pasti bangga apabila anak pintar di bidang akademis. Namun meskipun orang tua biasanya selalu mendorong anak supaya berprestasi di sekolah, faktanya tidak semua anak bisa melakukan sesuai dengan keinginan orang tuanya. Kalau sudah begitu, anak menjadi malu dan dapat timbul rasa rendah diri. Padahal yang perlu kita sadari adalah setiap anak memiliki kecenderungan bakat, minat dan potensi sendiri yang dia miliki. Satu anak dengan anak lainnya bisa berlainan.
Nah Ayah Bunda, sebagai orang tua yang bisa kita lakukan adalah memberi anak kesempatan untuk mencoba semua bakat sampai ia menemukan hal yang paling diminatinya. Dengan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada anak, Ayah Bunda akan lebih cepat mengetahui mana yang sebetulnya menjadi bakat anak.
Bila si anak sudah menemukan bakat yang ia minati, dan minat itu memang baik untuknya, Ayah Bunda perlu memberikan dukungan untuknya. Karena bakat biasanya tidak akan berkembang bila tak ada penguat.
Nah sekarang, bagaimana cara mengenali bakat? Berikut ini beberapa ciri yang perlu Ibu ketahui untuk mengenali bakat anak.
• Cepat Menguasai
Bakat ditunjukkan dengan cepatnya anak menguasai sesuatu. Misalnya ia berbakat dalam bidang musik, maka ketika diajari, ia cepat menirukan dan menguasai bermain musik. Tentu mungkin belum ahli betul, tetapi ia menunjukkan penguasaan yang terus membaik seiring berjalannya waktu. Begitupun seandainya anak berbakat di bidang lainnya.
• Menunjukkan hasil optimal
Ketika anak tertarik di sebuah bidang, biasanya anak akan sering melakukan kegiatan itu. Secara tidak sadar, itu adalah caranya berlatih sampai dia berhasil melakukannya dan dapat memperlihatkan kemampuannya itu kepada orangtua supaya orangtua tahu bahwa bakat yang dia inginkan bisa didukung oleh orangtuanya.
• Tidak cepat bosan
Saat anak sudah menemukan bakat yang ia minati maka anak akan terus melakukannya (berlatih) dan tidak mudah bosan terhadap yang dilakukannya. Anak akan tetap bersemangat menjalani sesuatu yang dia minati meskipun nantinya ada halangan yang ia hadapi.
Nah, apabila tanda-tanda bakat anak sudah bisa diamati, Ayah Bunda bisa mengoptimalkannya dengan cara mengasah bakat anak di bidang tersebut. Misalnya, apabila anak sudah memiliki tanda-tanda bahwa dia menyukai musik. Ayah Bunda bisa mengajaknya ke tempat-tempat ia bisa melihat musisi bermain (konser, pertunjukan musik, dsb). Kalau anak sudah bisa diajak berdialog, tanyakan ia suka musik apa. Ayah Bunda juga bisa memperhatikan selera musik yang ia suka. Dan mengajak si anak untuk mendengarkan bersama-sama sambil bersenang-senang.
Sumber: Anoname
Inilah Alasan Kenapa Makanan Olahan Harus Dijauhi!
Jakarta - Makanan olahan banyak disukai karena praktis. Dalam sekejap langsung bisa disantap. Namun, para ahli nutrisi banyak menganjurkan untuk menjauhi konsumsi chicken nugget, kentang goreng, juga mie instan. Ini dia alasannya!
Seperti dimuat dalam situs San Francisco Gate, makanan olahan atau processed food biasanya dibuat dari komposisi yang beragam, seperti tertulis pada kemasannya. Makanan tersebut tak didapatkan secara alamiah, melainkan harus melewati proses pengolahan terlebih dulu.
Menurut ahli bedah jantung terkenal di Amerika Dr. Mehmet Cengiz Oz atau Dr. Oz, maraknya konsumsi makanan olahan jadi salah satu penyebab mengapa angka obesitas di Amerika begitu tinggi. Makanan inipun seringkali jadi menu andalan dan jenisnya sangat mudah didapat.
"Kebanyakan makanan ini mengandung kalori, lemak trans yang tak sehat, sodium, gula dan tepung. Lambat laun, makanan ini bisa membuat tubuh rentan terhadap peningkatan berat badan, darah tinggi, kolesterol juga tekanan darah tinggi. Semuanya bisa meningkatkan resiko diabetes, sakit jantung, juga gagal ginjal," ungkap Dr. Oz dalam situs konsultasi kesehatan Share Care.
Pendapat Dr. Oz juga sejalan dengan ahli diet dan nutrisi asal Kanada, Rose Reisman. Menurut Rose, makanan cepat saji dan makanan beku jadi alasan utama obesitas. Tak hanya itu, risikonya juga lebih luas lagi, dari diabetes tipe 2, juga kerusakan jantung dan penyakit stroke.
Seperti dipaparkan di situs yang sama, Rose mengungkap jika makanan olahan mengandung sodium, lemak, kalori dan gula yang tinggi serta peningkat rasa yang mudah memikat lidah. Tak banyak nutrisi yang ditemukan, bahkan di dalamnya berisi komposisi yang berbahaya bagi tubuh.
Lebih lanjut lagi, alasannya juga berhubungan dengan lingkungan. "Makanan olahan seringkali dikemas terlalu banyak dan mengotori lingkungan. Makanan olahan juga meningkatkan risiko obesitas pada anak sekaligus menambah bujet untuk kesehatan," jelas wanita yang juga memiliki usaha restoran dan katering sehat di Toronto ini.
Rosepun memberi beberapa contoh. Misalnya eskrim tanpa lemak menggunakan bahan pengental dan perasa tambahan. Ayam beku dan cepat saji juga biasanya diolah dengan bumbu bergaram tinggi. Begitu juga dengan cottage cheese bebas lemak yang menggunakan banyak garam untuk menjaga konsisitensi teksturnya.(detikhealth)
Selasa, 30 Oktober 2012
Waktu dalam Kehidupan
Waktu dalam Kehidupan
Bukan lama waktu yang menentukan kebesaran seseorang. Ada orang yang hidup sekian lama sampai satu abad tetapi biografinya selesai ditulis dalam 3 baris di batu nisan yaitu, nama, tanggal tahir, dan tanggal meninggal. Sementara itu Rasulullah hanya 64 tahun hidup didunia tetapi pada penulis dan sejarawan belum juga usai menulis biografi panutan kita itu. Itu karena beliau mewakili seluruh efensiensi, efektifitas, dan produktifitas waktu.
Mengelola dan mengatur waktu yang kita miliki menunjukkan kualitas diri kita. Karena, masalah kita dengan waktu adalah keterbatasan dan ketidakpastian. Maka yang terpenting bagi kita bukanlah “Berapa lama kita hidup di dunia” tetapi lebih pada Bagaimana kita memanfaatkan hidup yang hanya sebentar ini.
Manajemen waktu merupakan bagian yang paling berkaitan denga pendangan hidup seseorang dan kerenanya bersifat spesifik, unik, dan kasuistis. Dalam skala yang lebih luas, manajemen waktu sangat terkait dengan falsafah hidup dan budaya sebuah masyarakat.
Kesalahan yang sering kita lakukan dalam manajemen waktu yaitu kebiasaan menyederhanakan konsep manajemen waktu menjadi cara menyusun jadwal kerja. Karena jadwal hanyalah bagian paling akhir dan paling teknis dari keseluruhan konsep manajemn waktu. Dan kebiasaan menunda-nunda dapat membuat kita terjebak dalam waktu yang akan membuat kita malas dan terus malas melakukan sesuatu.
Akhirnya, di sisa usia kita yang entah masih berapa, tiada yang lebih indah dari pada kita memberi arti kehidupan ini. Saatnya kita membuang rasa malas. Saatnya untuk bersegera melakukan amal sholih. Saatnya berjuang agar di hari akhir nanti kita tidak termasuk orang yang menyesal.
Apakah waktu itu penting
Alquran mengingatkan tentang waktu, sumpah Allah yang paling banyak terdapat dalam Alquran adalah dengan waktu. (Qs. Al Fajr:1-4, Asy Syams: 1-4, Al lail:1-2, Ad Duha: 1-2, Al Asr:1 )
Dari Muadz bin Jabal Ra. Berkata : Rasulullah Saw. bersabda :" Tidak akan tergelincir kedua kaki manusia kecuali setelah ditanya empat hal, tentang Umurnya bagaimana dia habiskan, masa mudanya untuk apa dia manfaatkan, hartanya dari mana dia dapatkan dan kemana dia dinfakkan, ilmunya apa yang dia perbuat dengannya?"
Karakter Waktu
1. cepat berlalu (Qs. 79:46)
2. tak tergantikan
3. modal kehidupan akhirat
4. harta termahal
5. Nilainya berbeda-beda
6.
Mengapa kita Mengatur Waktu
• Menentukan prioritas kerja dalam kehidupan
• Mencapai target dengan cepat, tepat dan baik.
• Meningkatkan kapabilitas & profesionalisme
• Mengefektifkan waktu-waktu luang
• Meminimalisir pemborosan tenaga, dana & waktu.
Strategi Manajemen Waktu
1. Planning/ perencanaan
• Menentukan prioritas dan target
• Cakupan tujuan (pribadi & sosial)
• Ciri tujuan yang baik: jelas, dapat dievaluasi, realistis, optimis, punya jangka waktu.
2. Pelaksanaan
• Perhatikan jadwal harian
• Mulailah menuntaskan pekerjaan anda sekarang, jangan ditunda!
• Selesaikan tugas pada waktunya.
• Bersabar dalam mengatur waktu anda.
3. Evaluasi
Harian, mingguan, bulanan, tahunan.
Untuk Bahan Renungan Semoga Bermanfaat
1
hari = 24 jam
1 tahun = 12 bulan
= 52 minggu
= 365 hari
= 8.760 jam
= 525.600 menit
= 3.153.600 detik
Distribusi Normal Manusia Meninggal Dunia (Tahun)
Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 tahun - 70 tahhn (mayoritas). Pukul rata manusia meninggal 65 tahun, beruntung yg diberikan umur panjang dan dimanfaatkan sisa umurnya.
Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia? .
Laki-laki Baligh sekitar 15 tahun dan wanita Baligh sekitar 12 tahun .
Usia Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus: .
MATI - BALIGH = Sisa Usia 65 Tahun – 15 Tahun = 50 Tahun .
Lalu 50 Tahun Ini Digunakan Untuk Apa Saja ?
12 jam siang hari, 12 jam malam hari. 24 jam satu hari satu malam. .
Mari kita telaah bersama.
.
Waktu Kita Tidur 8 Jam/Hari .
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18.250 hari x 8 jam = 146.000 jam = 16 tahun 7 bulan. Di bulatkan jadi 17 tahun .
Logikanya : Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya? .
Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor, bisa jadi 12 jam/hari = 25 tahun habis tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit TUMOR! .
Waktu Aktivitas Kita Di Siang Hari 12 Jam .
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai aktivitas: 18.250 hari x 12 jam= 219.000 jam = 25 tahun.
Aktivitas di siang hari: Ada yang bekerja, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain. .
Waktu Aktivitas Santai Atau Rilexsasi 4 Jam .
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18.250 hari x 4 jam= 73.000 jam = 8 tahun .
Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan. .
17 Tahun + 25 Tahun + 8 Tahun = 50 Tahun. Tidur, Ngelembur, Nganggur. Kapan Ibadahnya?
Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki Illahi. .
Maut datang menjemput tak pernah bersahut, Malaikat datang menuntut untuk merenggut, Manusia tak kuasa untuk berbicara, Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka. .
Memang benar! sekolah itu ibadah, kalau niat sekolahnya untuk ibadah, lha wong kita mah sekolah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah. .
Memang benar ! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana? Lha wong kita bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang. Jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya. .
Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat sekolah tapi sayang hanya sekedar pernah. Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia. .
Lalu Kapan Ibadahnya? .
Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup. Karena kita pikir sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga. Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita! .
Berapa Sholat Kita Dalam 50 Tahun? .
1 x sholat = 10 menit x 5 sholat = 1 jam .
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat = 18.250 hari x I jam = 18.250 jam = 2 tahun ini dengan asumsi semua sholat kita diterima oleh Allah swt. .
Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat. 2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita, itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima. Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun, dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa. .
Logika dari logikanya: Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian. Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana. .
Solusi:
Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat. Jangan di tunda-tunda lagi? .
Ingat malaikat maut akan datang kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Akhirat adalah tujuan kita yang terakhir! Apakah kita siap menyambut0 malaikat maut kapan saja dan diman
وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Jangan bertengkar, supaya jangan kamu gentar, dan kekuatanmu hilang. Bersabarlah. Sungguh, Allah Azza Wa Jalla bersama orang yang sabar." (QS. al-Anfal [8] : 46)
Saya percara bahwa generasi Salaf yang shaleh dapat memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, sebagaimana di dalam kitab-Nya:
"Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala di akhirat. Dan Allah cinta orang yang berbuat kebaikan."
Sebabnya, lantara dua hal yang sangat azas (pokok). Yaitu, pertama, kokohnya keimanan mereka kepada Allah dengan segela konsekuensinya. Selalu mengharapkan pertolongan Allah, dan selalu merasa memperoleh kekuatan dari-Nya, karena keimanan tadi.
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٨﴾
"Dan kekuatan itu hanya bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang Mukmin". (QS. al-Munafiqun [63] : 8)
Para Salafush shalih, kondisi mereka ketika sedang berbicara, ketika sedang beramal, ketika sedang berjihad, ketika sedang berpergian, dan ketika sedang berada di daerahnya sendiri, mereka merasa berada, mereka merasa selalu dilihat dan diawasi oleh Allah, merasa selalu dijaga dan diberi pertolongan serta dipelihara.
وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِن قُرْآنٍ وَلاَ تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلاَّ كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاء وَلاَ أَصْغَرَ مِن ذَلِكَ وَلا أَكْبَرَ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ ﴿٦١﴾
"Apa pun urusanmu dan bagian apapun yang kamu bacakan dari al-Qur'an, setiap kamu melakukan pekerjaan, tentulah kamu melakukannya, dan tiada tersembunyi dari Tuhanmu. Seberat dzarrah pun di bumi dan di langit, setiap apa yang lebih kecil, dan setiap yang lebih besar daripadanya, tentulah ada dalam kitab yang terang."(QS. Yunus [10] : 61)
Kedua, kokohnya bangunan persaudaraan mereka. Kuatnya hubungan jamaah mereka yang bertumpu pada kesucian hati, kebersihan jiwa, rasa persaudaraan dan cinta kasih yang tulus karena Allah. Semuanya itu menimbulkan sifat mau mengalah antara yang satu denganyang lain. Yakni, lebih mengutamakan kepentingan saudara seiman daripada kepentingan pribadinya.
Firman-Nya:
وَالَّذِينَ تَبَوَّؤُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٩﴾
"Tapi para Anshar yang mempunyai rumah (di Madinah) dan telah beriman sebelum (kedatangan Muhajirin, mencintai orang yang hijrah ke tempat mereka, dan tiada menaruh keinginan dalam hatinya akan apa yang diberikan kepada Muhajirin. Mereka mengutamakan para pengungsi daripada dirinya sendiri. Sekalipun mereka dalam kemiskinan. Dan barangsiapa terpelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah yang beroleh keuntungan." (QS. al-Hasyr [59] : 9)
Demikianlah, jalinan persaudaraan mereka, sehingga ada di antaranya yang lebih mengutamakan saudaranya seiman daripada dengan hartanya, tenaganya, dan dengan apapun yang dimilikinya.
Disebutkan oleh al-Qurtubi bahwa orang-orang Muhajirin yang pada waktu itu belum mempunyai tempat tinggal di Madinah,mereka tinggal di rumah kaum Anshar. Ketika Rasulullah shallahu alaihi wassalam memperoleh rampasan dari kaum Yahudi Bani Nadhir, beliau memanggil orang-orang Anshar untuk menyampaikan rasa terima kasih.
Pernyataan itu disampaikan mengingat jasa baik mereka yang telah menyediakan rumah untuk tempa tinggal kaum Muhajirin berikut segala keperluan hidupnya. Kemudian beliau bersabda, "Kalau kalian mau, harta rampasan yang diberikan Allah kepadaku dari Bani Nadhir ini akan kubagi untuk kalian dan untuk kaum Muhajirin.Dengan catatan, kalian biarkan mereka mendiami rumah kalian, atau kuberikan semua harta rampasan ini kepada mereka dengan catatan mereka harus keluar dari rumah kalian".
Lalu, Sa'ad bin Ubadah dan Sa'ad bin Mu'adz menjawab, "Kami berikan seluruh harta itu kepada kaum Muhajirin, dan kami biarkan mereka tinggal di rumah-rumah kami, sebagaimana semula". Kemudian, kaum Anshar yang lain menyahut pula, "Kami relakan dan kami terima ketetapan ini dengan senang hati, wahai Rasulullah".
Lalu Rasulullah shallahu alaihi wassalam memanjatkan doa, "Ya Allah. Berikan rahmat kepada orang-orang Anshar dan anak-anak orang-orang Anshar". Selanjutnya, Rasulullahshallahu alaihi wassalam, memberikan harta rampasan kepada kaum Muhajirin, dan tidak diberikan sedikitpun kepada kaum Anshar, melainkan kepada tiga orang saja, yang pada waktu itu sangat membutuhkan, yaitu Abu Dujanah, Simak bin Kharasyah, Sahl bin Hunaif, dan al-Harist bin Shimah.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Tirmidzi dai Abu Hurairah ra bahwa seorang lelaki yang rumahnya dikunjungi seorang tamu yang hendak bermalam. Pada waktu itu si pemilik rumah hanya memiliki persediaan makanan untuk dirinya dan anak-anaknya saja. Lalu ia berkata kepada isterinya."Tidurlah anak-anak itu dan matikanlah lampunya. Sesudah itu berikanlah makanan itu kepada tamu kita. Kemudian turunlah ayat al-Qur'an:
وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
"Mereka mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka dalam kemiskinan." (QS. al-Hasyr [59] : 9)
Diriwiyatkan juga oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah shallahu alaihi wassalam, sambil mengatakan, "Aku kelaparan". Lalu Rasulullah mengirim utusan kepada salah seorang isteri beliau untuk menanyakan makanan. Kemudian Isteri Nabi Shallahu alaihi wassalam menjawab. "Demi Allah yang mengutus engkau, aku tidak mempunyai makanan apapun kecuali air," jawabnya.
Kemudian beliau mengutus isterinya yang lain, tetapi mendapatkan jawaban seperti juga. Demikianlah, hingga akhirnya semua isteri beliau di tanyai, tetapi semunya menjawab, "Aku tidak memiliki makanan apapun selain air". kemudian beliau berkata, "Siapakah diantara kalian yang sanggup menjamin orang ini pada malam har ini?". Si isteri menjawab, "Tidak. Melainkan makanan untuk anak-anak kita saja". Dia berkata, "Sibukkanlah anak-anak itu dengan sesuatu, sehingga mereka lalai. Kemudian, apabila tamu kita nanti suda datang, matikanlah lampu dan tunjukkanlah kepadanya bahwa kita sudah siap hendak makan. Dan jika ia sudah mulai makan, kita pun pura-pura ikut makan".
Setelah si tamu datang, ia dipersilakan makan dan mereka pura-pura menemaninya makan. Sehingga, si Tamu makan dengan tenang. Keesokan harinya lelaki Anshar itu datang kepda Rasulullah shallahu alaihi wassalam menceritakan apa yang dilakukannya bersama tamunya semalam. Lalu beliau bersabda, "Sungguh Allah kagum (sangat senang) terhadap perbuatan mu sekelurga malam tadi".
Turunlah firman-Nya:
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ﴿٢٩﴾
"Muhammad Rasul Allah, dan orang-orang bersama ia keras terhadap orang kafir, kasih sayang antara sesama mukmin. Kau lihat mereka rukuk dan sujud. Inginkan karunia Allah dan keridhaan-Nya. Di wajahnya tanda-tanda bekas mereka sujud. Inilah perumpamaan mereka dalam Injil, seperti benih yang mengeluarkan batang, lalu menjadi kuat karenanya, lebat dan tegak atas batangnya, menyukakan hati para penabur, tetapi menimbulkan amarah orang-orang yang ingkar kepada mereka. Allah telah janjikan kepada orang yang beriman dan melakukan amal kebaikan diantara mereka. Ampunan dan pahala berlimpahan." (QS. al-Fath [48] : 29)
Sesungguhnya kalian selamanya tidak akan dikalahkan, karena sedikitnya jumlah kalian, atau karena lemahnya persiapan material kalian, atau karena banyaknya musuh kalian,atau karena bersatupadunya musuh yang hendak membinasakan kalian. Andaikata seluruh penduduk bumi berhimpun menjadi satu, tiadalah mereka akan memperoleh sesuatu dari kalian apa yang telah ditentukan oleh Allah.
Tetapi, kalian akan dibinasakan, pertolongan akan dihapuskan bilamana hati kalian telah rusak, dan Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada kalian bila keadaan kalian demikian. Atau kalian akan mendapat bencana serupa, bilamana kalimat kalian sudah bersilang sengketa, pikiran kalian tidak berpadu setuju.
Adapun jika hati kalian bersatu, segala tujuan diarahkan kepda Allah, segala sesuatunya kalian lakukan karena semata-mata mentaati Allah dan demi mencari ridha-Nya, maka tak usahlah kalian bersedih hati. Kalian lebih tinggi, lebih unggul, dan Allah akan selalu menyertai kalian dan tidak akan menyia-nyiakan amal kalian.
Adakah bahaya yang lebih mengerikan yang akan menimpa kita, selain daripada bahaya hati, kelemahan jiwa dan semangat, beragamnya hawa nafsu dan bersilangsengketanya pendapat dan pikiran.
Tidak disangsikan lagi bahwa untuk mencapai semua itu, diperlukan perjuangan yang terus menerus dan berkesinambungan, yang pahit, lagi pula melelahkan.
Dan ini semua takkan terwujud kecuali adanya persatuan yang sempurna, persaudaraan yang kokoh, persaudaraan antara hati masing-masing, terus berusaha berjalan diatas jalan kebenaran dan selalu mengarahkan semua amalnya untuk kebaikan. Wallahu'alam.
Bagaimana Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak
Bagaimana Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak
Percaya diri adalah sebuah kekuatan yang luar biasa. Dia
laksana reaktor yang membangkitkan segala energi yang ada pada diri untuk
mencapai sukses. Jadi, bantulah anak kita untuk mengembangkan kekuatan ini.
Berikut 7 ide dalam membangun rasa percaya diri pada anak:
1. Beri pujian untuk setiap pencapaian dan hasil
pekerjaan yang baik.
MULAI
DARI SEKARANG, temukan sesuatu yang dapat kita puji dari anak-anak. Seperti…
“Luar biasa, cepat sekali hafalnya.”
“Tulisan tangannya bagus sekali.”
“Hebat, pekerjaan rumahnya selalu selesai
tepat waktu.”
“Ingatanmu sangat tajam, seperti gajah!
Hehe…”
“Kamu pandai sekali mencari teman yang
baik.”
“Terima kasih atas bantuannya.”
Perhatikan setiap hasil pekerjaan
kecil dan besar yang baik, kemudian beri pujian atas hasil jerih payahnya
tersebut. Hal inilah yang dinamakan ‘positive
programming.’ Kita menanamkan program pada anak agar selalu dan selalu
melakukan hal-hal yang baik—tanpa membantah dan mengeluh, serta…otomatis!
Anak yang cukup mendapat kasih sayang akan merasa baik pada
diri mereka sendiri, mengembangkan rasa percaya diri lebih tinggi, dan menerima
lebih banyak sukses dalam kehidupannya.
Tetapi, ingat pula JANGAN memberi pujian tanpa alasan. Karena
boleh jadi anak menjadi gila pujian, padahal dia tidak habis melakukan apa-apa.
2. Ajari anak untuk belajar menerima TANGGUNG JAWAB.
Ajari anak untuk membantu kita melakukan beberapa jenis
pekerjaan rumah, sesuai dengan usianya, seperti: membersihkan kamarnya,
menggantung pakaiannya dengan rapi, merapikan meja belajar, menyiram bunga,
merapikan tempat tidurnya, dll. Untuk anak yang lebih tua, kita dapat memintanya
membantu mencuci piring atau pakaian.
Kebiasaan-kebiasaan seperti itu akan memberi anak rasa
tanggungjawab, mengajari mereka mau menyelesaikan pekerjaan yang menjadi
tugasnya, serta akan menumbuhkan rasa percaya diri.
3. Mengajari anak selalu bersikap ramah dan senang membantu.
Untuk itu, kita harus selalu ramah kepada siapa saja.
Tersenyumlah kepada mereka. Tertawa bersama mereka, dan jadikan segala
rutinitas harian menjadi menyenangkan. Ajari anak untuk mau membantu orang lain
apabila mereka mampu—misal, membantu kawan sekelas atau kawan sepermainannya.
Ajari anak agar mau berbagi dengan saudara-saudaranya. Sikap
senang membantu ini akan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan meningkatkan
rasa manfaat diri sendiri.
4. Ubah kesalahan menjadi “bahan baku” untuk kemajuan.
Pada saat anak kita melakukan suatu kesalahan, tetap
fokus pada kemajuan yang telah dicapainya—bukan pada kesalahan atau kegagalan
yang terjadi.
Misal, jika anak datang dengan nilai rapor yang buruk, adalah
tindakan sia-sia jika kita serta merta memarahinya. Lebih bermanfaat apabila
bersama-sama menelusuri mata pelajaran apa yang nilainya jelek, dan mana yang
“lumayan”. Doronglah anak untuk mendalami mata pelajaran yang masih kurang
dikuasai, sampai diperoleh kemajuan.
5. Jangan “menepuk air di dulang”.
Banyak orang yang mengkritik atau mengeluhkan tentang
anak-anak mereka kepada orang lain atau tetangga. Bahkan terkadang langsung di
depan anak yang bersangkutan.
“Si Ifan ini memang
bandel! Saya sampai bosan mengajarinya!” atau “Angga ini nilai matematikanya selalu jeblok. Dasar otak pepaya!”
Sebagai orang tua, kita harus berhati-hati pada setiap apa
yang kita ungkapkan tentang anak kita kepada orang lain. Jika ingin
mengungkapkan tentang anak kita kepada tetangga atau orang lain—ungkapkan yang
baik-baik saja. Diskusikan kemajuan-kemajuan yang diperolehnya, khususnya jika
pada saat itu anak sedang berada di dekat kita.
Misal, jika anak datang
dengan nilai rapor matematika yang jeblok,
tetapi nilai Bahasa Inggrisnya bagus—bahas saja nilai Bahasa Inggris. “Ifan kuat di Bahasa Inggris. Nilainya bagus
sekali!”
Jika anak kita malas belajar, tetapi punya ingatan yang tajam—bicarakan
saja tentang kelebihan mengingat yang dimilikinya. Atau, jika anak bangun
kesiangan, tetapi kamarnya bersih dan rapi—bahas saja kerapian kamarnya dan
kebiasaannya untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian.
6. Dukung apa yang menjadi minatnya.
Dukung hobi dan mimpi-mimpi anak kita. Jika anak suka
menggambar, doronglah dia untuk menggambar di waktu luangnya. Jika anak
perempuan kita suka mengamati burung, beri hadiah sebuah binokular agar dia
dapat lebih saksama mengamati burung.
Tindakan-tindakan seperti itu, tidak hanya akan membangun
rasa percaya diri, tetapi juga akan meningkatkan kadar kreativitas mereka.
Dan…siapa tahu anak akan mencapai sukses besar dari hobi dan minatnya tersebut.
7. Hindari memanjakan anak.
Coba untuk tidak bersikap overprotect terhadap anak-anak. Sikap seperti demikian hanya akan
menjadikan anak lemah dan selalu bergantung pada orang tua. Orang tua harus
mampu menumbuhkan rasa mandiri dan percaya diri anak-anaknya dengan cara yang
bijak.
Senin, 29 Oktober 2012
Belajar Cara Mengajar dari Guru Jepang
Belajar Cara Mengajar dari Guru Jepang (bagian I)
Seperti janji dipostingan sebelumnya, kali ini saya akan cerita tentang pengalaman saya observasi di sekolah-sekolah Jepang.
Karena jurusan saya adalah seikatsu-ka (Living Environmental Studies), maka kelas-kelas yang saya observasi adalah mata pelajaran seikatsu-ka untuk anak-anak kelas satu dan dua SD.
Sebelum masuk ke observasi-nya, saya tuliskan dulu tujuan dan target-target umum dari pelajaran ini, sesuai dengan garis-garis besar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Jepang. Supaya kebayang alurnya, dan mudah-mudahan bisa memberi ide kepada praktisi sekolah di Indonesia. Semoga terjemahan langsung saya bisa mudah dimengerti dan enggak terlalu njelimet^__^.
Tujuan Seikatsu-ka:
Dengan melalui kegiatan dan pengalaman langsung, anak-anak diajak untuk memiliki perasaan ingin tahu terhadap dirinya sendiri, orang lain, masyarakat dan alam. Sambil melakukan proses untuk membuat anak untuk berpikir tentang dirinya dan kehidupannya sehari-hari, mereka diajak untuk memiliki kebiasaan dan sikap yang dibutuhkan untuk menjalani hidup, dan menanamkan sikap mandiri.
Empat target Penting seikatsu-ka:
1. Menyadari tentang hubungan antara dirinya dengan orang lain dan masyarakat.
2. Menyadari hubungan dirinya dengan alam.
3. Menyadari tentang dirinya sendiri.
4. Memiliki keinginan untuk beraktivitas, berpikir dan mengekspresikan diri (melalui lisan dan tulisan)
Isi dari seikatsu-ka:
1. Memiliki perasaan ingin tahu terhadap lingkungan sekolah (bangunan dan fasilitas sekolah, teman, guru), bisa pergi dan pulang sekolah dengan aman.
2. Memikirkan tentang kehidupan di keluarga. Peran dirinya di rumah dan menjaga kesehatan diri.
3. Mengetahui lingkungan sekitarnya.
4. Memakai sarana umum dengan benar, tahu dan paham bagaimana menjaga fasilitas umum.
5. Memahami hubungan antara kehidupan dan perubahan musim. Mengamati lingkungan dan alam sekitarnya, membuat anak-anak sadar akan perubahan musim.
6. Memanfaatkan alam dan bermain dengan alam—Sangat berhubungan dengan Pendidikan Anak Usia Dini.
7. Memelihara hewan dan tumbuhan.
8. Bertukar cerita dengan orang lain, tentang kegiatan-kegiatan di masyarakat. Meningkatkan kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain.
9. Bisa melihat (merefleksi) ke dalam dirinya sendiri. Tentang perubahan fisiknya yang semakin besar, kemampuan-kemampuan yang sudah di milikinya, peran-perannya yang semakin bertambah, dan apa yang diharapkannya di masa mendatang.
Itulah semua inti dari seikatsu-ka. Sepeti biasa, supaya enggak kepanjangan, tulisan ini juga dibuat berseri. Di tulisan berikut insya Allah akan dipaparkan tentang ide-ide kreatif dari para guru SD jepang, dalam membuat program dan menjalankan proses belajar mengajar yang menyenangkan, untuk mencapai tujuan di atas.
Belajar Cara Mengajar dari Guru Jepang (Bagian 2)
Secara umum, dalam pelajaran seikatsu-ka ada beberapa tahap:
1. Tahap pertemuan. Dalam tahap ini, guru berusaha menumbuhkan motivasi anak-anak untuk mendalami tema yang akan diajarkan. Anak-anak diajak untuk memiliki harapan, apa yang ingin dicapai dalam pelajaran kali ini.
2. Tahap menggali informasi tentang tema yang dipelajari. Bisa lewat buku, internet, juga pengalaman langsung tentang tema yang akan dipelajari. Biasanya dilakukan dengan berkelompok.
3. Tahap ekspresi. Dalam tahap ini, anak-anak mempresentasikan apa yang ia dapat dari tahap ke dua. Melalui tulisan atau lisan (presentasi kelompok).
Untuk seluruh tahap ini, bisa terpakai kurang lebih 23 jam pelajaran selama satu catur wulan.
Dalam tulisan kali ini, saya akan bercerita tentang observasi di kelas 1, di sekolah binaan Aichi Univ of Education di daerah Nagoya.
Di kelas satu, tema yang sedang dipelajari adalah tentang Eksplorasi Sekolah (Gakkou Tanken). Saya tidak terlalu yakin, saat observasi itu, mereka berada pada tahap ke dua atau ke tiga. Karena targetnya ternyata bukan cuma agar anak-anak mengetahui tentang seluk-beluk sekolahnya. Namun lebih dari itu, anak-anak di minta untuk menjelaskan dan menunjukkan kepada orang tuanya segala hal yang ia ketahui tentang sekolahnya.
Hasil observasinya seperti ini.
Kondisi kelas: Semua anak duduk di lantai, meja kursi disingkirkan. Mungkin karena akan banyak yang akan masuk kedalam kelas, termasuk observer dan para orang tua murid.
Proses pelajaran: Guru mengajak anak-anak ngobrol sebelum pelajaran dimulai. Ini sepertinya dilakukan sebagai usaha untuk menghilangkan perasaan grogi anak-anak, karena banyak orang luar yang hadir di kelas. Saat itu, orang tua belum masuk ke dalam kelas. Sepertinya, kedatangan orang tua dirahasiakan oleh guru, untuk menimbulkan efek “exciting” kepada anak-anak.
Guru memulai pelajaran dengan mengulas kembali tentang Eksplorasi Sekolah yang sudah dijalani sebelumnya. Anak-anak di tanya, tentang apa saja yang ada di sekolah. Ruangan-ruangan dan tentang guru-guru sekolah. Dengan semangat anak-anak, satu persatu, tunjuk tangan, dan mengungkapkan apa yang ia ketahui tentang sekolahnya. Anak-anak ditanya, setelah tahu tentang sekolah, maukah mereka bercerita tentang sekolah mereka kepada orang lain? Anak-anak menjawab dengan semangat, mau !!!
Satelah itu, mulailah sang guru membuka kejutannya. Para orang tua dipanggil untuk masuk ke dalam kelas. Anak-anak terkejut, namun senang, melihat ibunya atau bapaknya, atau keduanya hadir di dalam kelas.
Lalu anak-anak diminta untuk menyiapkan perlengkapan yang memang sudah ada sebelumnya. Sarung tangan, bendera kecil, topi. Ceritanya mereka akan menjadi guide, seperti para guide di Jepang, kalau mengantar wisatawan ke tempat-tempat wisata^__^. Tidak lupa pula stopwatch, untuk membatasi waktu anak-anak. Lupa mencatat, berapa menit ya..kalau tidak salah 40 menit.
Setelah itu anak-anak bersama orang tuanya, berkeliling sekolah. Dengan semangat mereka bercerita tentang kelas-kelas, benda-benda yang ada di sekolahnya, taman, toilet, dan lain-lain.
Sekolah di Jepang memang besar sekali. Rata-rata fasilitasnya lengkap, termasuk ada kolam renang untuk pelajaran olah raga di musim panas. Jadi, anak-anak kelas satu, berkeliling seharian pun, tidak akan cukup untuk menunjukkan seluruh sudut sekolah kepada orang tuanya.
Setelah 40 menit, semua anak dan orang tua berkumpul lagi di dalam kelas. Lalu guru bertanya apa pendapat anak-anak tentang pengalaman mengantar orang tua keliling sekolah hari itu. Satu persatu anak-anak mengungkapkan perasaan atau apa yang dipikirkannya. Secara umum menjawab, senang bisa bercerita tentang sekolah mereka kepada orang tuanya, atau ternyata saya bisa menjelaskan tentang sekolah saya dengan baik. Banyak juga yang hanya mengungkapkan perasaan, senang, grogi, bahagia. Semua perasaan anak-anak itu ditulis oleh bapak guru di papan tulis.
Terakhir, guru bertanya apa yang dipikirkan oleh orang tua tentang kegiatan ini. Ada beberapa orang yang menjawab, rata-rata memuji anak, dengan mengungkapkan, ternyata anak saya bisa menjadi guide yang baik.
Sepuluh menit sebelum waktu belajar habis, anak-anak diminta untuk menuliskan apa yang dipikirkannya dikertas catatan hari itu, yang dibagikan oleh guru.
Setelah itu pelajaran selesai.
Jumat, 19 Oktober 2012
Diet Traffic Light Atasi Obesitas
https://www.sahabatnestle.co.id/Page/arsip/artikel/diet-traffic-light-atasi-obesitas
Diet Traffic Light Atasi Obesitas
Ditulis oleh Dr. Endang Tatar, MPH, SpA(K)
Jika kita mentargetkan penurunan berat badan, maka penurunan badan ditargetkan sampai mencapai 10 persen di atas berat badan ideal. Tetapi, bila kita tidak mentargetkan penurunan berat badan, maka yang terpenting adalah mempertahankan berat badan agar tidak bertambah karena anak masih bertambah tinggi.
Diet dengan kalori sangat rendah
Pemberian diet sangat rendah kalori dilakukan jika berat badannya lebih dari140 persen BB ideal (super-obes). Diet ini juga diterapkan pada anak dan remaja yang obesitas dan disertai penyakit penyerta serta tidak memberikan respons terhadap anjuran diet rendah kalori.
Latihan Fisik
Latihan fisik dimaksudkan untuk mengurangi gaya hidup santai dan meningkatkan penggunaan energi untuk mengeluarkan kalori. Latihan fisik juga akan meningkatkan masa otot, dan membantu mengkontrol berat badan.
Untuk membantu menurunkan berat badan, perlu dikombinasikan latihan fisik dan diet. Latihan fisik yang teratur, selama 30-60 menit per hari, dan pengaturan diet dapat menurunkan berat badan, serta meningkatkan gaya hidup sehat dan rasa harga diri.
Beberapa program yang digunakan untuk latihan fisik adalah dengan menggunakan cara berjalan sepanjang 1 mil sebagai standar awal, kemudian secara bertahap jarak dan kecepatannya ditingkatkan. Konsep lain dengan latihan mengubah gaya hidup, yaitu berusaha membuat lebih banyak aktifitas fisik dengan aktifitas reguler, seperti berjalan naik turun tangga dan memarkir mobil jauh dari tujuan. Cara ini lebih mudah dan bertahan dalam waktu yang lama, serta dapat dimodifikasi berdasarkan umur dan kemampuan perkembangan anak.
Perubahan Perilaku
Intervensi perilaku merupakan komponen yang paling penting dalam penanganan obesitas. Program perubahan perilaku bukan merupakan program yang mudah untuk dite-rapkan; dalam penerapannya sangat diperlukan keterlibatan orangtua secara intensif. Program perilaku mempunyai 3 komponen, yaitu:
kontrol lingkungan
monitoring diri sendiri
membuat perjanjian yang realistik.
Perubahan lingkungan rumah dapat dilakukan dengan:
Meniadakan makanan resiko tinggi,
Belanja dan memasak makanan disesuaikan dengan resep diet yang disarankan.
Anak diberitahu untuk merubah perilakunya, seperti mengurangi ngemil di depan televisi/game, mengurangi waktu untuk menonton televisi/memainkan game, mengurangi jajan di sekolah, dsb. Menonton TV/game sebaiknya <2 jam perhari,
Membiasakan anak untuk tidak minum manis (larutan gula dalam minuman), membiasakan anak melakukan aktifitas fisik merupakan contoh target perilaku yang realistik yang dapat diterapkan oleh anak dengan obesitas dan keluarganya. Tujuan penanganan perubahan perilaku harus realistik dan dapat dicapai.
Obesitas pada anak merupakan awal dari obesitas pada dewasa dengan segala dampak buruknya. Prevalensinya cenderung meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup. Obesitas merupakan penyakit kronis yang terjadi karena balans energi positif dalam jangka waktu yang lama.
Penanganan obesitas harus dilakukan sejak dini, dan dilakukan secara komprehensif. Penanganan kasus obesitas pada anak dengan cara modifikasi diet, aktifitas fisik dan perubahan perilaku harus dilakukan secara simultan. Pemberian modifikasi diet pada penangananan anak dan remaja dengan obesitas adalah dengan menerapkan gizi seimbang untuk pencapaian tumbuh kembang. Dalam menangani anak dengan obe-sitas diperlukan keterlibatan keluarga secara aktif.
referensi:
Goldin B.R. Health benefits of probiotics. Br. J Nutr 1998;80:203-7.
Gorbach S.L. Pribiotics and gastrointestinal health. Am J Gastroenterol 2000;95: 1-4.
(PT Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Anakku)
Hanya dengan mengeliminasi makanan kecil, mengurangi makanan tinggi gula/lemak atau minuman-minuman manis, berat badan pun dapat turun.
Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) secara umum merekomendasikan pemberian diet untuk anak berumur 2 tahun atau lebih yang memiliki kelebihan berat badan untuk mengkonsumsi makanan bersandar pada makanan jenis buah-buahan, sayuran, biji-bijian, susu rendah dan bebas lemak, kedelai, ikan, dan sedikit daging.
Pemberian ikan segar pada anak dan remaja direkomendasikan untuk diberikan sebanyak seminggu 2 kali pemberian.
Cara mengatur makanan terutama bagi yang berat badanya lebih yaitu dengan cara diet traffic light, makanan dibagi dalam kelompok seperti warna traffic light.
”Makanan hijau”
Yaitu makanan yang dapat dimakan dalam jumlah cukup banyak, sebagai contoh makanan non fat/low fat adalah: ikan, sebagian besar buah-buahan dan sayur-sayuran dan susu rendah/bebas lemak.
”Makanan kuning”
Makanan yang boleh dimakan dengan hati-hati (makanan rendah lemak sampai medium, seperti: roti/pasta dari padi-padian, taoge, gandum, ubi rambat). Makanan dalam kategori ”kuning” sebaiknya dikonsumsi secara terbatas yaitu hanya dalam waktu makan.
”Makanan merah”
Makanan yang tidak boleh dimakan atau boleh dimakan hanya seminggu sekali, meliputi: makanan tinggi lemak, kacang-kacangan, margarin, cokelat, kembang gula, makanan digoreng, salami.
Diet untuk menurunkan berat badan dengan cara mengurangi konsumsi makanan dalam kelompok ”makanan merah” menunjukkan keberhasilan bila dikombinasikan dengan komponen perubahan perilaku dan aktifitas fisik. Diet tersebut sama dengan diet rendah lemak jenuh, gula dan garam, serta makan banyak sayuran dan buah.
Diet tinggi serat dapat membantu menurunkan berat badan karena tinggi serat mengakibatkan rasa kenyang (walaupun rendah kalori) sehingga dapat menurunkan asupan makan, selain itu tinggi serat juga meningkatkan oksidasi lemak. Tetapi, diet tinggi serat pada anak perlu hati-hati karena diet tinggi serat juga akan mengurangi penyerapan mineral yang penting untuk proses tumbuh kembang anak . Pemberian jumlah makanan berserat yang dianjurkan untuk anak di atas 2 tahun adalah (umur dalam tahun+5) gram per hari. Misalnya anak berusia 4 tahun, maka kebutuhan akan serat adalah 5 + 4 = 9 gram setiap harinya.
Dalam melakukan pengaturan diet, perlu juga diperhatikan asupan dengan kandungan garam cukup, serta masukan zat besi, kalsium dan fluor. Anak harus makan makanan seimbang yaitu dengan sumber karbohidrat, lemak dan protein yang cukup. Karbohidrat sebaiknya berkisar 50-60 persen, lemak 20-30 persen, dan protein 15-20 persen agar cukup untuk tumbuh kembang optimal.
Jumlah kalori yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan normal yaitu sesuai dengan berat badan ideal menurut tinggi badannya. Bila pada awal penanganan didapatkan bahwa anak telah mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang berlebihan, maka pada diet berikutnya perlu dilakukan pengurangan jumlah asupan kalorinya, yaitu berkisar 200-500 kalori sehari, agar berat badan tidak selalu bertambah, atau dengan target penurunan berat 0,5 kg per minggu.
(PT Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Anakku)
Senin, 26 Maret 2012
Mengenal Masalah pada anak
Bandel, Nakal, Baong, Anak bermasalah? Label yang sangat mudah kita berikan pada anak kita. Tapi, Sebenarnya apa yang dimaksud dengan anak bermasalah? Bukankah semua orang mempunyai masalah? label negatif inilah yang membuat kita sering bertindak berlebihan dalam menyelesaikan masalah pada anak. Karena bisa jadi masalahnya sederhana. Maka dalam tulisan ini, kita akan mengenal apa itu masalah pada anak dan bagaimana mendeteksinya.
Sebelumnya, ada beberapa hal yang harus kita pahami dahulu. Yang pertama, kita harus paham apa yang disebut dengan “Masalah”. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, masalah adalah sesuatu yg harus diselesaikan (dipecahkan). Definisi yang belum menjelaskan apa itu “masalah”. Baik, dengan mudah kita bisa mengatakan “Masalah” adalah sebuah kondisi dimana kenyataan (realita) tidak sesuai dengan idealita. Kesenjangan inilah yang disebut masalah. Kemudian, agar kita bisa mengidentifikasi masalah tersebut adalah benar-benar “masalah” maka kita harus mempunyai tolok ukurnya. Apa yang menjadi tolok ukur kita untuk mengatakan bahwa sesuatu itu ideal? Dalam mengenal masalah pada anak, Ada dua hal yang bisa kita jadikan patokan, yaitu tugas/tahapan perkembangan dan nilai-nilai (value) atau norma yang berlaku. Tugas perkembangan adalah kemampuan yang harus dimiliki seseorang sesuai dengan usia perkembangannya. Misal tugas perkembangan dalam aspek bahasa untuk anak usia 6 tahun adalah mampu menceritakan alur cerita. Jika ia tidak bisa, atau belum bisa maka itu bisa dikategorikan masalah. Sedangkan nilai adalah sesuatu yang dianggap penting oleh pribadi maupun masyarakat. Nilai ini bisa berbentuk nilai hukum, nilai agama, nilai moral dll. Ketika mengenali anak bermasalah, kita berpatokan pada dua patokan tersebut. Bukan dengan membandingkan dengan anak lain atau berdasarkan persepsi pribadi kita.
Mengenal Masalah pada anak
Kedua, kita harus paham bahwa seorang anak adalah pribadi yang unik. Maka, ketika kita mendeteksi masalah pada anak, kita tidak membandingkannya dengan anak lain, namun dengan kedua patokan diatas.
Ketiga, pendidikan pada dasarnya disesuaikan dengan individu anak. Tugas orang tua dan pendidik untuk mendidik sesuai dengan potensi masing-masing anak. Tidak menyamaratakan anak dalam proses pendidikan.
Keempat, kontekstual. Orang tua dan pendidik, harus memandang masalah anak sesuai dengan konteks-nya, tidak menggeneralisasinya. Misalnya seorang anak mempunyai masalah dengan pelajaran matematika, maka selesaikan masalah pelajaran matematikanya. Tidak menggeneralisasi iia juga bermasalah dengan pelajaran lain atau ia juga anak yang bermasalah dengan perilaku. Cara pandang yang kontekstual Ini, selain mempermudah kita menyelesaikan sebuah masalah juga mencegah kita untuk memberikan label negatif pada anak.
Kelima, menerima. Orang tua maupun pendidik harus "menerima" dahulu bahwa ada hal yang tidak sesuai dengan kondisi ideal di anak kita. Termasuk menerima jika ternyata akar masalahnya ada di diri kita sebagai orang tua atau pendidik.
Jika sudah memahami hal-hal diatas, maka kita akan lebih mudah dalam mendeteksi dan menangani sebuah masalah yang terjadi pada anak. Masalah yang “terlihat” atau yang tampak di permukaan, biasanya bukanlah akar masalahnya atau bukan masalah yang sebenarnya. Masalah yang tampak adalah akibat dari sebuah akar masalah. Untuk mengetahui apa yang menjadi akar masalah maka kita harus menggali lebih dalam lagi. Kesalahan melihat masalah ini akan membuat kita tidak tuntas dalam menyelesaikan sebuah masalah, Sehingga masalah itu akan muncul kembali di masa yang akan datang. Kenapa? Karena akar masalahnya belum diselesaikan dengan tuntas. Misalkan seorang anak kecil yang merokok. Kita bisa menyelesaikan dengan terapi berhenti merokok atau membuat peraturan dilarang merokok, namun tidak lama kemudian ia merokok kembali. Ternyata akar masalahnya belum selesai, yaitu lingkungannya yang perokok berat. Ketika rokok dengan mudah didapat dan ada dorongan dari lingkungan, maka ia pun ikut merokok lagi. Namun jika lingkungannya juga diintervensi, maka masalah ini akan bisa diselesaikan dengan tuntas.
Lalu, Bagaimana cara mencari akar masalahnya? Ilmu Neuro Linguistic programming (NLP) mempunyai “tool” yang akan mempermudah kita mencari akar dari sebuah masalah. Praktisi NLP menggunakan neurological level untuk mencari dimana letak sebuah masalah, dan kemudian melakukan intervensi yang tepat sesuai dengan letak masalahnya.
Neurological level adalah sebuah teknik yang untuk menjelaskan secara sistematis bagaimana sebuah perubahan dapat mempengaruhi seseorang. Neurological level ini bisa dibagi menjadi 6 tingkatan yang saling mempengaruhi satu sama lain, yaitu:
1. Spiritual. Merupakan level tertinggi yang menaungi semua level. Ini adalah level dimana seseorang menanyakan makna keberadaannya di dunia serta berbagai peran yang ingn ia jalani. Karena menjadi tempat bernaung, level ini memiliki pengaruh yang besar bagi keseluruhan sistem kehidupan seseorang.
2. Identitas (identity). Tingkatan yang banyak berbicara tentang identitas diri, misi hidup, nilai-nilai inti dalam hidup dll
3. Nilai&kepercayaan (value&belief). Rangkaian dari berbagai macam hal yang kita yakini kebenarannya dan menjadi landasan dari perilaku kita sehari-hari.
4. Kemampuan (capability). Sekumpulan ketrampilan, keahlian, dan strategi yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Perilaku (behavior). Perilaku spesifik yang kita lakukan
6. Lingkungan (environment). Reaksi kita terhadap lingkungan tempat kita hidup.
Ketika kita mengetahui, di level mana akar masalahnya maka kita akan lebih mudah untuk mengintervensi dan menyelesaikan masalahnya. Misalnya jika anak kita nilai matematikanya jelek. Kita bisa tahu masalahnya ada di level mana, ketika kita menggali masalahnya dan menemukan :
• Rumahnya terlalu berisik, ia tidak dapat belajar dengan baik. Atau sekolahnya tidak mengajarkan matematika dengan baik. Maka kita tahu masalahnya ada di level lingkungan. Perbaikan yang bisa kita lakukan ialah memperbaiki lingkungannya atau memindahkannya ke lingkungan baru yang lebih baik.
• Ia jarang belajar matematika di rumah maupun di sekolah. Maka kita tahu jika masalahnya ialah di level perilaku (behavior). Maka yang kita lakukan ialah mengintervensi perilakunya, misal dengan membuat jadwal belajar yang lebih rutin.
• Ia tidak bisa perkalian, maka kita tahu masalahnya ada di level kemampuan. Maka yang bisa kita lakukan mengajari perkalian dengan metode yang tepat. Untuk anak, kita cek lagi apakah tugas/beban yang diberikan padanya sudah sesuai dengan tugas perkembangannya serta minat dan bakatnya. Misalnya jika soal perkalian diberikan pada anak usia 6 tahun. Maka masalah bukan terjadi pada anak, namun pada orang tua/pendidik yang tidak memahami tugas perkembangan. Atau ternyata setelah dilakukan observasi kecerdasan majemuknya, ia menonjol dalam bidang linguistik, sedangkan logika-matematikanya lemah. Maka yang kita lakukan adalah mengasah potensi terkuatnya, yaitu linguistik. Matematikanya? Tetap diintervensi namun tidak menjadi prioritas, yang penting ia dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
• Jika ia merasa matematika itu susah. Berarti masalahnya ada di level kepercayaan (belief). Yang bisa kita lakukan ialah mengubah kepercayaannya agar percaya bahwa matematika itu mudah.
• Jika ia merasa ia adalah anak yang bodoh dalam matematika, maka kita tahu masalahnya ada di level identitas. Tugas kita ialah mengganti identitasnya menjadi positif.
Dari paparan diatas, semoga bisa mengubah cara pandang kita tehadap masalah-masalah yang terjadi pada anak. Sehingga kita akan lebih mudah dalam mendeteksi dan kemudian menyelesaikannya. Untuk senyum anak Indonesia:)
@K_IDZma
story teller-Coach-Trainer-Family Hypnotherapist
www.kidzsmile.info
neurological level
Kamis, 29 Desember 2011
resep takoyaki
Tips membuat takoyaki
Saat mencampur adonan, cukup diaduk hingga rata agar adonan tidak terlalu mengembang sehingga didapatkan bentuk ideal yaitu bulat sebesar bola pingpong.
Pastikan cetakan takoyaki panas benar untuk membentuk tekstur yang bagus.
Konbu dapat diganti dengan rebusan kepala udang.
Resep Takoyaki (Octopus Balls)
Bahan isi takoyaki :
Baby octopus (bayi gurita) 200 gram, rebus dan cincang
Tenkasu (rice crispy) secukupnya
Bahan adonan dasar takoyaki :
Air 400 ml
Konbu 10 cm, potong selebar 2 cm
Katsuo-bushi 15 gram
Tepung terigu protein rendah 200 gram
Putih telur 4 butir
Kuning telur 2 butir
Margarin 2 sendok makan
Pendamping takoyaki :
Bulldog saus 50 ml
Saus inggris 25 ml
Mayones 50 gram
Benishoga (acar jahe) secukupnya
Cara membuat adonan dasar takoyaki :
Masukkan konbu dalam panci, masak di atas api kecil. Angkat beberapa saat sebelum air mendidih.
Campur katsuo-bushi dalam air rebusan konbu sambil di aduk selama 2 menit. Saring dan dinginkan.
Campur terigu, telur dan garam. Tuang air kaldu, aduk hingga rata. Sisihkan.
Cara membuat takoyaki :
Tuang adonan takoyaki pada cetakan yang sudah diolesi dengan margarin hingga penuh.
Taburi bagian atasnya dengan rice crispy dan masukkan baby octopus (bayi gurita). Masak di atas api kecil.
Bila sudah setengah matang, balik adonan dengan bantuan tusuk sate/ tusuk besi.
Masak hingga berwarna kecoklatan. Angkat dan sajikan bersama saus pendamping dan benishoga.
Untuk 15 buah
Selasa, 27 Desember 2011
Mengenal Diri Anda Yang Sesungguhnya Melalui Grafologi
Hari ini, H&D Training menyelenggarakan seminar “Preview Grafo-Test”. Graphology merupakan salah satu metode yang dipergunakan dalam dunia psikologi untuk mengetahui karakter seseorang. Selama ini saya hanya mengenal psikotest yang sering dilakukan ketika penerimaan karyawan di satu perusahaan. Grafologi merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menginterpretasikan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya.
Dahulu, orang-orang Cina (ilmuwan Cina) telah menerapkan cara mengenali orang menggunakan tulisan ini. Tahun 1875, Jean Hyppolyte Michon kemudian memperkenalkan teori pengenalan karakter orang melalui tulisan ini dengan sebutan Graphology. Sejak tahun 1985 grafologi kemudian digunakan dalam ilmu kesehatan, pendidikan dan jurnalistik.
Grafo-Test sudah digunakan sebagai bagian dari forensik atau biometrik. Di Amerika, grafo-test digunakan untuk mengetahui trait kejujuran, kestabilan emosi, kemungkinan bertindak kasar dan judgement. Di Australia bahkan dipergunakan oleh The Australian Federal, State & Territory Police sebagai bentuk test yang lebih akurat daripada lie detector. Di Perancis dan Swiss banyak perusahaan menggunakan grafo-test untuk mencari karakter karyawan yang sesuai dengan kriteria perusahaan.
Salah satu keunggulan grafo-test adalah tidak dapat dibohongi. Dari tulisan tangan seseorang, melalui grafo-test dapat diketahui:
Motivasi dan dorongan yang ada dalam diri
Kestabilan emosi
Bidang/minat yang sesuai
Keadaan mental
Kecenderungan intelektual
Kekuatan dan kelemahan diri
Tetapi tentu saja grafologi tidak dapat digunakan sebagai sarana memberikan gambaran masa depan seseorang (meramal). Namun, grafologi dapat memberikan gambaran mengenai cara seseorang memandang diri dan masa depan serta kecenderungan perilaku yang belum diketahuinya saat ini, namun ternyata ada dalam dirinya.
Manfaat dari grafo-test adalah:
Recruitment
Tes kepribadian
Pembentukan tim manajemen dan peningkatan performa dari staf yang ada
Konsultasi untuk anak dan dewasa
Bimbingan mengenai bidang pendidikan dan pekerjaan yang cocok dengan kepribadian
Penilaian mengenai kemungkinan penipuan/kecenderungan berbohong
Memberikan gambaran mengenai diri sendiri agar dapat lebih mengenal dan mengembangkan diri.
Berikut adalah beberapa aplikasi dari grafologi/grafo-test:
Employment profiling
Human Resources Development
Marital compatibility
Psychological analysis
Medical diagnosis
Jury Screening
Pengusaha: mengenal calon parnter bisnis dan posisi (team work)
Pendidikan: penjurusan
Khusus untuk usia di bawah 13 tahun, masih dimungkinkan adanya grafo terapi, yaitu untuk membentuk karakteri anak menjadi lebih baik dengan cara mengajarkan bentuk tulisan yang sesuai dengan karakter yang baik tersebut. Contoh untuk anak autis, dalam beberapa kasus setelah diterapi bisa meningkatkan konsentrasi sang anak. Sayangnya, untuk orang dewasa, terapi ini agak sulit mengubah karakter kita. Barangkali karena sudah berurat dan mengakar dalam diri kita :) ? Tetapi tetap kita bisa memperoleh manfaat yang besar dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan diri kita masing-masing.
Tidak semua orang ingin mengenal dirinya, karakter dan sifatnya masing-masing. Sangat disayangkan memang, bagaimana bisa mengenal dan berkomunikasi dengan baik kepada orang lain, jika kita saja masih belum mengenal karakter kita, kelemahan dan kekuatan diri sendiri. Maka jangan heran ada karyawan yang sesungguhnya memiliki potensi sukses dalam kariernya, pintar, lulusan perguruan tinggi terkemuka, tetapi tidak disenangi di kantor, karir terhambat karena selalu melawan bos, hehehe.
Graphology [grafologi] analisa tulisan tangan dan tandatangan
Graphology [grafologi] analisa tulisan tangan dan tandatangan
secara etimologi ilmu ini berart ilmu yang mempelajari guratan2 atw coretan, namun secara populer ilmu ini adalah ilmu yang mempelajari kepribadian melalui analisis tulisan tangan.
Kenapa bisa gitu?
Ceritanya kurang lebih berawal dari ranah Psikologi, suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia. dalam ranah psikologi ada sebuah mazhab yang dikenal dengan Psikoanalisa (dengan bapaknya SIGMUND FREUD ingat masih banyak orang salah dia bukan bapak psikologi dia hanya bapak psikoanalisa, bapak psikologi adalah wilhem wundt).
dalam Mazhab ini perilaku manusia diibratkan sebagai fenomena Gunung Es, dimana apa yang nampak hanya sebagian kecil dari keseluruhan kepribadian individu tersebut.
naaah, mulai dari sini kita melihat fenomena Es yang tidak tampak sebagai sebuah fenomena ketidaksadaran (unconcious) yaah... kurang lebih gitu lah... kalo detil kepanjangan euy...
kembali ke graphology itu sendiri, dalam menulis kita hanya sadar dengan apa yang kita coretkan (content) namun kita tidak sadar dengan mekanisme psikomotor diri kita dalam menulis bukan? naah fenomena alam bawah sadar inilah yang dijadikan dasar oleh grafolog dalam menganalisa tulisan tangan.
dari asumsi dasar itu maka ada sebuah dinamika yang dapat menjelaskan kepribadian individu melalui analisa tulisan tangan.
dalam menganalisa tulisan tangan ada beberapa hal yang menjadi kunci dasar yaitu :
GERAK, RUANG dan BENTUK
ketiga hal ini berjalan saling mempengaruhi, artinya tidak boleh sendiri2 (prinsip menganalisa haruslah berdasarkan semakin banyak data maka akan semakin akurat, jadi jangan sesekali menganalisa secara fragmental, atw perbagian)
Apakah Ruang Itu?
Dalam konteks tulisan tangan, cukup njlimet untuk menetapkan dengan pasti apa yang dimaksud dengan ruang itu. Penulis akan menjelaskan melalui contoh-contoh berikut
1. Jika kamu menulis di selembar kertas kosong —berapa pun ukurannya—seluruh kertas kosong itulah yang dimaksud ruang.
2. Jika kamu menulis di buku tulis, celah kosong di antara batas-batas garislah yang menjadi ruangnya
3. Jika kamu menulis di bagian kosong sebuah stiker label, yang dimaksud ruang adalah seluruh bagian kosong stiker label tersebut
Apa yang Bisa Kita “Lihat” dari Analisis Ruang?
Dalam grafologi ruang merupakan simbol kebebasan, sekaligus pembatasan. Kamu akan melihat bagaimana seseorang menentukan keseimbangan dalam pembatasan dan menemukan kebebasan.
Secara garis besar, ada tiga kesan dasar yang bisa kamu dapatkan dari analisis ruang, yaitu (1) perilaku sosial, (2) kemampuan menyesuaikan diri, dan (3) penempatan diri. Makna yang lebih variatif akan kita temukan jika kita mengolaborasikan unsur ruang ini dengan kedua unsur lainnya.
CORETAN ATAU GARIS
A. Tebal-Tipis
Unsur berikutnya yang harus kamu sorot adalah coretan atau garis tulisan. Coretan atau garis dalam hal ini adalah bagaimana seseorang menekankan alat tulis ke kertas ketika ia sedang menulis, dengan kuat atau tampak ringankah? Garis coretan yang tebal biasanya dihasilkan oleh orang yang menekan dengan kuat, sedangkan garis coretan yang tipis merupakan produk dari tekanan yang ringan atau lemah. Poin utamanya ada di “penekanan” tulisan, yakni kuat menjadi tebal dan lemah menjadi tipis
D. Makna Tekanan Kuat dan Ringan
Orang yang bertekanan kuat dalam menulis menunjukkan bahwa dia seorang yang berkemauan keras, antusias, ambisius, menonjolkan kemewahan, sombong, cenderung impulsif, berani, kuat dorongannya untuk mencari pengalaman-pengalaman baru (ekspansif), kurang sabaran, agresif, dan kurang bijaksana. Untuk mencapai keinginannya, “si tekanan kuat” ini akan mengeluarkan segala daya upaya, walaupun kadang kala usahanya itu “terlalu kasar”, kurang berpikiran panjang, bahkan sampai membuat orang lain merasa enggak nyaman. Namun, apa pun yang terjadi, kekuatan dorongan besar yang dikerahkan membuatnya menghantam semua aral yang melintang. Kesannya, “hajar terus!”
Ketika enghadapi suatu persoalan, dia punya prinsip, “Lu jual, gua beli!” Terlepas dari efektif dan efisiennya usahanya, dia akan melancarkan serangan langsung (frontal attack) pada masalah yang harus dipecahkan. Si tekanan kuat ini adalah seorang fighter. Mari kita gunakan contoh ruangan kelas dan pesta reuni. Dalam sebuah diskusi, dia bersikeras mempertahankan argumennya, meskipun dengan cara-cara yang justru semakin memperlihatkan kedunguannya. Pada pesta reuni, agar kelihatan sukses seperti teman-temannya, dia rela mengeluarkan biaya yang lebih besar pasak daripada tiang.
Patut diwaspadai bahwa kekuatannya yang besar ini hanya merupakan kompensasi untuk menutupi kelemahan dan kekurangan dalam dirinya. Padahal, terlalu memaksakan diri akan membuatnya capai sendiri.
Tulisan yang tekanannya ringan mengindikasikan kepasifan, santai, sensitif, kurang dominan, lebih toleran daripada “si tekanan kuat”, sukar mengambil keputusan, mudah terpengaruh, lekas lelah (secara mental), dan bisa jadi berarti ragu-ragu atau takut.
Jika si pemilik tekanan kuat dan ringan digabungkan dalam sebuah kelompok, yang terjadi adalah si pemilik tekanan kuat lebih menjadi “bos” dan tekanan ringan menjadi kacungnya (meskipun bisa jadi si tekanan ringan itu seorang pimpinan secara sah). Jika terjadi ketidakenakkan, sangat mungkin dia tidak akan langsung menampakkannya, tetapi malah memendamnya di dalam hati. Jika kemauannya tidak kunjung tercapai, ya sudah, dia akan meninggalkannya begitu saja.
Sementara itu, tekanan tulisan yang biasa-biasa saja atau menengah, mencirikan kestabilan antara emosi dan vitalitas pemiliknya.
Pasangan yang menulis dengan tekanan kuat mungkin akan lebih tegas dalam memegang segala komitmen hubungan, sedangkan “si tekanan ringan” lebih peka dalam menangkap masalah yang terjadi dalam hubungan. Ketika suatu permasalahan melejit, si tekanan kuat akan langsung menghadapi kita, sedangkan “si tekanan ringan” lebih menunggu suasana agak tenang dulu. Jika dibilang, “Putus!”, bagi “si tekanan kuat” berarti benar-benar wajib putus (right here, right now) tak peduli kamu merengek sedramatis apa pun. Sementara itu, “si tekanan ringan” akan segera mengubah ketetapan putusnya saat melihat air mata mulai menggenang di sudut-sudut mata kamu. Silakan kamu tampakkan sikap yang kurang ajar di depan si tekanan kuat, penulis jamin kamu langsung mendapat tanggapan yang membuat kamu jera mengulanginya. Di hadapan si ringan, kamu malah akan dibuat bingung dengan kepasifan atau ketidaktegasannya, dalam hati barangkali kamu bertanya-tanya, “Ini orang sebenernya kenapa sih?”
Tulisan ini sebagian dari buku "MENGUAK RAHASIA TULISAN TANGAN DAN TANDA TANGAN" penerbit VISIMEDIA
Senin, 26 Desember 2011
Kebiasaan sehat orang Jepang yang membuat umur panjang
Kebiasaan sehat orang Jepang yang membuat umur panjang
(Hasil Copas dari millis FAhima)
Menurut statistik, pria dan wanita Jepang memiliki umur harapan hidup terpanjang di dunia, 86 tahun untuk wanita dan 79 tahun untuk pria. Statistik umur harapan hidup ini, masih jauh lebih tinggi daripada negara adidaya Amerika, 80 tahun untuk wanita dan 75 tahun untuk pria. Bukan hanya itu, organisasi kesehatan dunia, WHO, menyebutkan bahwa Jepang pun memiliki prestasi kesehatan dengan memiliki rata-rata umur tertua di mana seseorang bisa hidup sehat tanpa gangguan kesehatan / disabilitas bermaksa, yaitu 75 tahun. Secara kasar, data ini bisa dimaknai, bahwa hingga umur 75 tahun, seorang pria atau wanita Jepang masih bisa beraktivitas dan bekerja dengan sehat tanpa keluhan sakit. Lebih jauh lagi, negara yang dikenal sangat terobsesi dengan hidup sehat untuk warganya ini, memiliki angka terendah obesitas (kegemukan) di dunia, yaitu sekitar 3%. Dan semua itu ternyata bukan karena faktor genetik tetapi lebih karena negara ini memiliki segudang kebiasaan sehat yang belum dipunya negara lain.
Kebiasaan sehat bangsa Jepang menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut :
Me mo taberu yo (mata pun ikut makan lho..)
Kuliner Jepang dikenal dunia sebagai kuliner yang menyajikan makanan dengan sangat cantik dan mengikuti tata cara yang kadang rumit. Naomi Moriyama, penulis Japanese Women Don’t Get Old or Fat: Secrets of My Mother’s Tokyo Kitchen, mengatakan dalam bukunya, faktor kecantikan makanan inilah yang membuat orang Jepang makan lebih lambat dengan tujuan menikmati kecantikan sajian makanan tersebut. Konsekuensi dari melambatnya proses makan ini adalah tubuh memiliki waktu untuk mencerna dan membuat si empunya tubuh bisa menyadari bahwa tubuhnya sudah kenyang.
I have various carbohydrate
Orang Jepang sangat teliti dalam menghitung jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh mereka. Karena ketelitian inilah, mereka sangat selektif dalam menghitung jumlah karbohidrat ke dalam tubuh. Selain jumlah karbohidrat yang tepat, orang Jepang juga dikenal memiliki variasi karbohidrat yang luas dalam diet sehari-harinya. Walaupun sama-sama negara pemakan nasi, sebagian besar orang Jepang ternyata tidak makan nasi 3 kali sehari seperti orang Indonesia. Ini terjadi karena adanya pilihan karbohidrat lain yang cukup banyak dan mudah dijumpai seperti spaghetti, pasta, udon (mie dari beras), soba (mie dari buckle wheat), roti, cereal, dll. Untuk melengkapi zat gizi yang dikonsumsi, selain karbohidrat, mereka memastikan bahwa diet mereka adalah diet yang seimbang dengan sayuran, buah dan ‘daging kurus’ seperti ikan, cumi-cumi, kerang ataupun udang.
There’s always portion for every food
Sebuah riset menemukan fakta bahwa manusia cenderung tidak bisa mengukur apa yang mereka makan dan akan memakan apapun yang disediakan. Dalam hal ini, lagi-lagi Naomi Moriyama menyebutkan, penyediaan makan ala Jepang yang portion by portion dimulai dari nasi, protein pertama, protein kedua, sayur segar, sayur acar hingga sup miso (miso shiru), membuat seseorang terlatih untuk menakar makanan dan hanya makan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Kerugian penyediaan makanan cara Jepang hanya satu, cucian piring akan bertambah banyak :).
Veggie delight
Jepang termasuk salah satu negara yang ‘gila sayur’. Hampir sebagian besar komposisi diet makanan di Jepang adalah sayur, mulai dari acar sayur, salad hingga tumis sayur. Hal ini juga bisa dilihat, dibandingkan restoran cepat saji, restoran-restoran Jepang terkenal selalu identik dengan komposisi sayuran yang banyak, baik dalam bentuk salad, tumis sayur di teppan, nabe / shabu-shabu maupun tempura sayur.
Lesser cooked, lesser free radical formed
Untuk sebagian besar bangsa yang memiliki makanan dengan bumbu kaya rempah, makanan Jepang dengan cita rasa aslinya tidak bisa dibilang enak. Karena orang Jepang sangat memperhatikan kualitas bahan makanan, sehingga mereka memilih cara memasak yang sangat minimal untuk mempertahankan cita rasa aslinya. Sebagian besar bumbu masakan Jepang pun hanya terasa asin (dari shoyu), manis (dari mirin atau tare) dan gurih (dari ekstrak atau ekisu), dengan cara pengolahan yang relatif sangat sederhana seperti direbus, dipanggang atau ditumis sebentar. Karena cara memasak yang relatif sederhana ini, makanan tidak akan melalui proses panjang memasak sehingga kerusakan yang terjadi maupun radikal bebas yang terbentuk dari setiap proses memasak akan menjadi sangat minimal, membuat kualitas makanan terjaga dengan baik. Hal ini juga yang membuat, di Jepang banyak sekali tipe makanan yang dimakan secara mentah, baik daging (bacon, sushi, sashimi), protein (tamago-gohan/nasi hangat dengan telur mentah) maupun sayuran / kacang-kacangan (nattoo/kedelai yang sudah difermentasi plus telur mentah, salad).
Lovely green tea and zero calorie drink
Kebiasaan sehat orang Jepang lainnya adalah meminum teh hijau, yang dikenal memiliki aktivitas anti-oksidan cukup tinggi. Uniknya, walaupun pahit, orang Jepang lebih senang meminum teh hijau tanpa gula. Selain meminum teh hijau, orang Jepang juga dikenal sangat senang meminum manis. Namun, minuman manis di Jepang sangat mengoptimalkan penggunaan pemanis buatan yang relatif aman dan sangat jarang menggunakan gula meja 100%. Ini membuat sangat mudah menemukan minuman di Jepang dengan label calorie off ataupun zero calorie.
Move, move, move
Dalam salah satu laporannya di jurnal Preventive Medicine, Akiko Tamakoshi melaporkan, ada 6 faktor yang melindungi orang Jepang dari ‘cepat mati’. Salah satu dari faktor tersebut adalah orang Jepang minimal menghabiskan 1 jam dalam sehari untuk berjalan. Bahkan berjalan adalah termasuk salah satu ketrampilan survival yang diajarkan pada anak-anak di Jepang sedari kecil. Anak-anak usia sekolah di Jepang memang tidak diijinkan diantar jemput ke sekolah, sebaliknya mereka diwajibkan berjalan kaki dari jarak yang telah ditentukan menuju sekolah. Dengan kebiasaan yang dilatih sejak kecil ini, maka setiap orang terbiasa dengan berjalan kaki pada jarak yang jauh. Kemampuan berjalan ini juga didukung oleh lingkungan, di mana pemerintah menyediakan daerah pedestrian / daerah pejalan kaki yang sangat terawat yang membuat pejalan kaki sangat terlindungi. Selain itu, di Jepang tidak ada moda transportasi kecil seperti mikrolet apalagi ojek, sehingga untuk mencapai rumah dari stasiun kereta atau terminal bis terdekat, orang Jepang tidak punya pilihan selain jalan kaki. Dan ternyata kebiasaan berjalan ini, menurut Mayo Clinic, sangat baik untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2, menjaga berat badan, dan juga meningkatkan mood dan stamina.
Obesity is a sin
Di Jepang, kurus bukan hanya sekedar harga yang dibayar untuk pakaian ataupun penerimaan msyarakat, tapi menjadi kurus adalah wajib. Pemerintah Jepang dikenal memiliki kepedulian besar dengan kesehatan warganya, mengingat sistem pembiayaan asuransi yang dianut negara ini. Tujuh puluh persen biaya kesehatan warga ditanggung oleh negara membuat pemerintah harus bekerja keras untuk membuat warganya sehat di antaranya dengan menetapkan undang-undang kesehatan tahun lalu yang isinya, dianjurkan atau bahkan diwajibkan untuk warga yang berusia 40 tahun ke atas memiliki diameter pinggang kurang dari 85 sentimeter untuk pria dan 90 sentimeter untuk wanita. Menurut Profesor Kedokteran di Universitas Tokai, Yoichi Ogushi, konsumsi kalori yang dimakan orang Jepang belakangan ini sudah jauh berkurang dibanding 10 tahun yang lalu, salah satunya karena kampanye sehat yang didengungkan oleh pemerintah secara kontinyu.
One ume boshi a day will make a doctor stay away
Umeboshi (dried ume) atau buah ume yang dikeringkan adalah buah yang berasal dari genus Prunus mume dan termasuk jenis acar buah yang paling sering ditemukan dalam makanan-makanan Jepang seperti onigiri (rice ball), o-bento (makanan kotak), dll. Terkenal di seantero Jepang dengan dominasi rasa asin dan asam, buah ume atau acar ume, terutama jenis yang sudah dibumbui (seasoned), termasuk makanan yang berada dalam kategori wajib ada dalam salah satu waktu makan orang Jepang, baik diletakkan di tengah nasi untuk membentuk konfigurasi bendera Jepang, maupun dimakan begitu saja. Buah yang sering disebut sebagai aprikot Jepang di banyak negara ini, selain memberikan rasa segar di mulut ternyata juga dikenal memiliki khasiat kesehatan, antara lain sebagai pembersih mulut, penyeimbang kadar asam lambung, maupun sebagai antiseptik saluran cerna. Sehingga di Jepang tidak heran ada pepatah berbunyi one umeboshi a day will make a doctor stay away (satu buah ume sehari akan menjauhkan diri kita dari dokter) sama seperti layaknya orang Amerika atau Eropa mengenal one apple a day will make a doctor stay away (satu buah Apel sehari akan menjauhkan diri kita dari dokter). Ada beberapa pusat penelitian yang telah melaporkan khasiat buah ume di jurnal-jurnal internasional. Universitas Nasional Chonnam, Korea, telah menemukan bahwa ume (atau dikenal sebagai Maesil di Korea) dapat mengurangi lesi kulit maupun radang kulit pada dermatitis atopik (radang kulit atopik). Universitas Wakayama, Jepang, juga mengklaim bahwa memakan buah ume dapat mengurangi gejala radang lambung kronik karena infeksi kuman Helicobacter pylori. Lebih jauh lagi, Kagoshima University Graduate School of Medical and Dental Sciences melaporkan bahwa ekstrak buah ume (MK615), yang sudah dikenal memiliki efek anti-kanker dan anti-radang, terbukti menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri mulut (dari total 500-an jenis) dan juga berpotensi menghambat pembentukan biofilm oleh Streptococcus mutans, agen penting yang berperan dalam pembentukan karies gigi.
Semoga bermanfaat, salam sehat selalu,
dr. Flori R. Sari
Senin, 19 Desember 2011
Moshi Moshi
Moshi Moshi! Ben and Gwen’s Tokyo adventure is coming to an end, And how best to spend it at Shinjuku(新宿区,) and Odaiba(お台場)!
Shinjuku is a business and shopping district in the west of Tokyo where street foods are abundance! That definitely tickle Ben and Gwen’s fancy. Remember they are crazy about ramen, sushi, tempura, shashimi, gyoza and anything that has wasabi on it!? Shinjuku is also houses some great Arcade game stores, which is perfect for Ben and Gwen to battle out whether on racing, shooting, or trying their luck at the gashapon machines! Of course, the famous Japanese Pachinko is something that they would want to try too!
On the other side of Tokyo, is Odaiba, the largest Artificial Island in Tokyo Bay. It is also the house of the famous Fuji Television Head Quarters, A replica of Statue of Liberty, Rainbow Bridge, Venus Fort, Miraikan, and many more! It is also a must-visit if you want to see some futuristic Toyota concept vehicles! Lots of photo opportunity to bring back fond memories of Japan ♥
Shinjuku and Odaiba is also famous for its night view! How should Ben & Gwen decide? Shinjuku or Odaiba?
Dewi Telaphia :
I suggest Odaiba, because there's a lot of places very special to dilewat, because not just rah-rah places like Shinjuku. If you just want to try pachinko, or even typical Japanese food is cheap in other places too much. , but not to Odaiba area. The view will not be replaced elsewhere.
Selasa, 01 November 2011
Anak Berperilaku Buruk? Salahkan Pola Asuh
Kompas.com - Perilaku agresif terkadang lazim ditemui pada balita, namun jika perilaku tersebut masih bertahan sampai ia bersekolah TK atau SD bisa jadi ada yang salah dengan pola asuh ibunya.
Para peneliti dari Universitas of Minnesota, Amerika Serikat, menyebutkan pada umumnya pembawaan bayi adalah tenang. Tetapi pada satu masa di awal usia balita, anak bisa punya kebiasaan suka memukul. Sifat agresif itu mencapai puncaknya saat balita berusia 2,5 tahun, kemudian mereda.
Menurut teori, balita berusia 4 tahun lebih bisa dikendalikan dibanding balita usia 2 tahun, dan anak berusia 6 tahun berperilaku lebih baik dibanding rata-rata anak usia 4 tahun.
Namun pada kenyataannya ada anak-anak yang berperilaku sulit diatur. Menurut Michael Lorber, peneliti yang melakukan riset ini, ada sebagian anak yang tetap berperilaku agresif sampai ia berusia 6 tahun.
"Anak yang masih bersikap agresif di usia TK atau kelas 1 sekolah dasar berpotensi besar membawa sikap itu sampai besar," kata Lorber.
Padahal, literatur menyatakan anak yang agresif, seperti suka memukul atau melempar benda saat tantrum, cenderung bermasalah di sekolah, beresiko tinggi depresi, bahkan suka melakukan kekerasan pada pasangannya kelak.
Dalam penelitian yang dilakukan Lorber terhadap 267 ibu dan anak, diketahui bayi usia 3 bulan pun sudah bisa meniru. Jika sejak bayi si ibu bersikap kurang sabar atau suka mengomel, besar kemungkinan bayinya akan tumbuh menjadi anak berperilaku buruk.
Sikap agresif anak juga bisa timbul dari pengaruh sekelilingnya, seperti tayangan televisi atau video games. Namun, Lorber menjelaskan bahwa pola asuh bukan faktor tunggal dalam pembentukan perilaku anak karena ada juga pengaruh faktor genetik.
Walau begitu, ia menyarankan agar orangtua memberi contoh perilaku yang baik pada anaknya. "Mulailah sedini mungkin. Menjadi orangtua yang sensitif dan merespon kebutuhan sosial dan emosional anak sangatlah penting," katanya.
Jumat, 23 September 2011
Ingin Anak Berprestasi? Atur Durasi Tidurnya
Tidur merupakan suatu keharusan untuk bisa melakukan kegiatan di hari berikutnya. Durasi tidur pada malam hari ternyata sangat mempengaruhi kesehatan tubuh seseorang, apalagi pada anak-anak.
Sebuah penelitian yang melibatkan 142 siswa sekolah dasar dilakukan untuk membandingkan jumlah jam tidur dengan kinerja keterampilan akademik. Bila jam tidur anak-anak kurang dari sembilan jam biasanya menemukan kesulitan dalam belajar di sekolah keesokan harinya.
Anak-anak berusia enam dan tujuh tahun yang kurang tidur cenderung akan sulit berkomunikasi dan mengerjakan matematika. Keahlian mengeja, tata bahasa yang digunakan, serta pemahaman mereka juga terganggu. Memori dan kemampuan belajarlah yang terpengaruh.
Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin banyak anak yang diijinkan menggunakan komputer dan televisi di kamar tidur mereka. Padahal, fasilitas ini memicu kurangnya tidur. "Saat ini ada kekhawatiran besar mengenai kebiasaan anak-anak menonton televisi, bermain game komputer atau video pada malam hari yang membuat mereka tidak tidur pada waktu yang sama setiap malamnya," kata Ramon Cladellas dari Universitas Autonomous di Barcelona.
"Kebanyakan anak waktu tidurnya kurang dari yang direkomendasikan, padahal ini penting untuk intelektual mereka. Bahkan, ini tidak dapat diperbaiki," tambah Cladellas.
Profesor Russell Foster, kepala ilmu saraf di Universitas Oxford mengatakan, "Sudah jelas bahwa tidur mulai pukul 21.00 hingga pukul 09.00 dapat mengoptimalkan kinerja kognitif anak." Kebiasaan buruk tidur larut malam mempengaruhi kinerja anak dalam tugas sehari-hari, dan membuat mereka sulit menemukan solusi dari masalah yang lebih kompleks.
Nah, jika anak-anak membutuhkan waktu tidur selama 9 - 11 jam, orang dewasa hanya perlu 6,5 - 8,5 jam saja.
src: tribunnews.com
Jumat, 02 September 2011
Perilaku Anda yang Akan Ditiru Anak
KOMPAS.com - Anak-anak selalu dianalogikan sebagai spons basah yang mudah menyerap apa saja. Tetapi, bagaimana Anda dapat memastikan bahwa ia hanya menyerap hal-hal yang baik saja, dan bukannya hal-hal yang buruk saja?
Tidak ada cara lain kecuali membiasakan diri untuk selalu berperilaku baik di hadapannya, dan tentu saja ketika ia tak bersama Anda. Sebab meskipun belum bisa berbicara, anak sudah pintar meniru hanya dari mengamati tingkah laku Anda. Jadi sebelum Anda melontarkan kata-kata makian yang segera menjadi kata-kata favoritnya, amati 12 hal penting yang dipelajari anak dari perilaku Anda.
1. Berbicara kasar
Bila ia menyapa ayahnya dengan nama panggilannya, mungkin masih terdengar lucu. Tetapi bagaimana bila ia mengucapkan kata-kata kasar yang biasanya keluar dari mulut Anda? Si kecil mungkin tidak memperhatikan Anda, tetapi telinganya aktif mendengarkan apapun yang Anda ucapkan. Jangan kaget bila ia tiba-tiba mengumpat di depan neneknya, atau menirukan ucapan Anda mengenai kebiasaan buruk tetangga, tepat di hadapannya!
2. Rasa sayang
Cara terbaik mengajarkan cara menunjukkan rasa sayang pada anak adalah dengan memberikan contohnya sejak ia kecil. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan keluarga, guru, orang-orang tak mampu, bahkan binatang piaraan Anda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berkembang dengan perhatian yang penuh kasih, baik secara kognitif maupun fisik.
3. Perilaku
Berikan contoh berperilaku yang manis saat di meja makan, berkunjung ke rumah teman, atau dimana pun, agar si spons kecil ini pun menyerap hal-hal yang baik tersebut. Jelaskan kata-kata yang seharusnya digunakan, seperti "tolong" dan "terima kasih", atau meminta maaf ketika membuat kesalahan.
4. Berbagi
“Ini punyaku!” Itulah kata-kata favorit si kecil ketika mainan atau makanannya diminta oleh orang lain, dan ia menolaknya. Anda bisa mengajarkannya dengan membagi makanan Anda kepadanya dan kepada teman-temannya, lalu jelaskan mengapa Anda melakukannya. Dorong kebiasaan berbagi saat di rumah maupun di sekolah, dan berikan pujian ketika ia melakukannya.
5. Makan sehat
Sangat tidak adil bila Anda memaksa si kecil makan sayur, sementara Anda enak-enakan makan sate, bakso, atau es krim. Kebiasaan makan anak sebenarnya diwarisi dari orangtuanya; bahkan selera makan anak terbentuk sejak ia masih dalam kandungan. Oleh karena itu, usahakan menyediakan makanan dengan gizi seimbang dan makanlah bersama mereka. Tunjukkan ekspresi wajah yang menggambarkan lezatnya makanan, untuk menggoda mereka ikut makan.
6. Percaya diri
Asah kepercayaan diri anak dengan mempertahankan kepercayaan diri Anda. Meskipun Anda termasuk orang yang bisa menertawakan diri sendiri, usahakan untuk tidak mencela diri Anda di depan cermin, di atas timbangan badan, atau ketika Anda membuat kesalahan. Bila anak tumbuh dengan citra diri yang sehat, ia akan mampu mengatasi berbagai hambatan dalam hidupnya, entah dalam hal percintaan, profesional, atau yang lain. Puji kebaikan, prestasi, dan kemajuan yang dibuat anak, agar ia pun bangga terhadap apa yang telah dilakukannya.
7. Menghargai diri sendiri
Anak perlu diajarkan untuk menjadi murah hati dan berbagi, namun yang tak kalah penting adalah menunjukkan pada mereka bagaimana mengatur batas-batas bagi mereka sendiri. Bila Anda terlalu penurut, anak akan belajar bahwa ia akan mudah mengambil keuntungan dari Anda. Dari sikap Anda tersebut, ia mungkin berkembang menjadi anak yang selalu mengalah dan tidak pernah mendapatkan apa yang ia inginkan.
8. Menghargai orang lain
Kebalikan dari hal di atas, anak juga akan belajar dari Anda bagaimana menghargai orang lain. Begitu ia masuk taman kanak-kanak, sikap sarkasme yang diwarisinya dapat berkembang menjadi orang yang dianggap sok tahu. Hal ini tentu akan membuat orang lain malas berteman dengannya. Maka, ketika sedang membicarakan hal-hal buruk, pastikan si kecil sedang tidak ada di sekitar Anda.
9. Toleransi
Jika Anda sering merendahkan budaya lain, anak pun akan meniru kebiasaan Anda. Toleransi memang sulit diajarkan, namun ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan cara menghargai perbedaan. Misalnya, tanya apa pendapatnya tentang warna baju yang dipakai temannya. Jelaskan mengapa temannya berdoa dengan cara yang berbeda dengannya. Menunjukkan hal-hal kecil seperti ini akan membantunya memahami masalah yang lebih besar ketika ia makin besar nanti.
10. Peduli lingkungan
Kerusakan lingkungan sudah semakin parah saat ini, apalagi ketika anak-anak menjadi dewasa nanti. Oleh karena, ajarkan ia untuk selalu peduli pada lingkungan sejak dini. Banyak contoh kecil yang bisa Anda berikan, seperti membuang sampah di tempat sampah, mematikan lampu atau TV saat tidak digunakan, atau menanam pohon. Tunjukkan apa yang akan terjadi bila orang membuang sampah sembarangan.
11. Membaca
Bila Anda ingin si kecil gemar membaca, tentu Anda pun harus mulai menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan Anda. Jadikan buku-buku atau majalah sebagai benda yang selalu ada di rumah, dan mulailah membaca setiap hari. Bacakan buku cerita untuk anak sebelum ia tidur, ajak ia ke perpustakaan atau ke toko buku untuk memilih sendiri buku-buku kesukaannya. Selain membuat anak suka membaca, Anda juga menciptakan bonding dengannya.
12. Menghargai seni
Jika Anda pencinta seni, atau ingin mulai menghargai seni, ajak si kecil untuk menonton pertunjukan-pertunjukan atau pameran seni. Ajak ia ke museum atau menonton operet untuk anak. Pasang lukisan di dinding rumah, dan sediakan juga peralatan untuk mewarnai agar si kecil bisa bereksperimen. Perdengarkan musik-musik yang berkualitas, dan jauhkan ia dari tontonan televisi yang tidak mendidik.
Tidak ada cara lain kecuali membiasakan diri untuk selalu berperilaku baik di hadapannya, dan tentu saja ketika ia tak bersama Anda. Sebab meskipun belum bisa berbicara, anak sudah pintar meniru hanya dari mengamati tingkah laku Anda. Jadi sebelum Anda melontarkan kata-kata makian yang segera menjadi kata-kata favoritnya, amati 12 hal penting yang dipelajari anak dari perilaku Anda.
1. Berbicara kasar
Bila ia menyapa ayahnya dengan nama panggilannya, mungkin masih terdengar lucu. Tetapi bagaimana bila ia mengucapkan kata-kata kasar yang biasanya keluar dari mulut Anda? Si kecil mungkin tidak memperhatikan Anda, tetapi telinganya aktif mendengarkan apapun yang Anda ucapkan. Jangan kaget bila ia tiba-tiba mengumpat di depan neneknya, atau menirukan ucapan Anda mengenai kebiasaan buruk tetangga, tepat di hadapannya!
2. Rasa sayang
Cara terbaik mengajarkan cara menunjukkan rasa sayang pada anak adalah dengan memberikan contohnya sejak ia kecil. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan keluarga, guru, orang-orang tak mampu, bahkan binatang piaraan Anda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berkembang dengan perhatian yang penuh kasih, baik secara kognitif maupun fisik.
3. Perilaku
Berikan contoh berperilaku yang manis saat di meja makan, berkunjung ke rumah teman, atau dimana pun, agar si spons kecil ini pun menyerap hal-hal yang baik tersebut. Jelaskan kata-kata yang seharusnya digunakan, seperti "tolong" dan "terima kasih", atau meminta maaf ketika membuat kesalahan.
4. Berbagi
“Ini punyaku!” Itulah kata-kata favorit si kecil ketika mainan atau makanannya diminta oleh orang lain, dan ia menolaknya. Anda bisa mengajarkannya dengan membagi makanan Anda kepadanya dan kepada teman-temannya, lalu jelaskan mengapa Anda melakukannya. Dorong kebiasaan berbagi saat di rumah maupun di sekolah, dan berikan pujian ketika ia melakukannya.
5. Makan sehat
Sangat tidak adil bila Anda memaksa si kecil makan sayur, sementara Anda enak-enakan makan sate, bakso, atau es krim. Kebiasaan makan anak sebenarnya diwarisi dari orangtuanya; bahkan selera makan anak terbentuk sejak ia masih dalam kandungan. Oleh karena itu, usahakan menyediakan makanan dengan gizi seimbang dan makanlah bersama mereka. Tunjukkan ekspresi wajah yang menggambarkan lezatnya makanan, untuk menggoda mereka ikut makan.
6. Percaya diri
Asah kepercayaan diri anak dengan mempertahankan kepercayaan diri Anda. Meskipun Anda termasuk orang yang bisa menertawakan diri sendiri, usahakan untuk tidak mencela diri Anda di depan cermin, di atas timbangan badan, atau ketika Anda membuat kesalahan. Bila anak tumbuh dengan citra diri yang sehat, ia akan mampu mengatasi berbagai hambatan dalam hidupnya, entah dalam hal percintaan, profesional, atau yang lain. Puji kebaikan, prestasi, dan kemajuan yang dibuat anak, agar ia pun bangga terhadap apa yang telah dilakukannya.
7. Menghargai diri sendiri
Anak perlu diajarkan untuk menjadi murah hati dan berbagi, namun yang tak kalah penting adalah menunjukkan pada mereka bagaimana mengatur batas-batas bagi mereka sendiri. Bila Anda terlalu penurut, anak akan belajar bahwa ia akan mudah mengambil keuntungan dari Anda. Dari sikap Anda tersebut, ia mungkin berkembang menjadi anak yang selalu mengalah dan tidak pernah mendapatkan apa yang ia inginkan.
8. Menghargai orang lain
Kebalikan dari hal di atas, anak juga akan belajar dari Anda bagaimana menghargai orang lain. Begitu ia masuk taman kanak-kanak, sikap sarkasme yang diwarisinya dapat berkembang menjadi orang yang dianggap sok tahu. Hal ini tentu akan membuat orang lain malas berteman dengannya. Maka, ketika sedang membicarakan hal-hal buruk, pastikan si kecil sedang tidak ada di sekitar Anda.
9. Toleransi
Jika Anda sering merendahkan budaya lain, anak pun akan meniru kebiasaan Anda. Toleransi memang sulit diajarkan, namun ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menunjukkan cara menghargai perbedaan. Misalnya, tanya apa pendapatnya tentang warna baju yang dipakai temannya. Jelaskan mengapa temannya berdoa dengan cara yang berbeda dengannya. Menunjukkan hal-hal kecil seperti ini akan membantunya memahami masalah yang lebih besar ketika ia makin besar nanti.
10. Peduli lingkungan
Kerusakan lingkungan sudah semakin parah saat ini, apalagi ketika anak-anak menjadi dewasa nanti. Oleh karena, ajarkan ia untuk selalu peduli pada lingkungan sejak dini. Banyak contoh kecil yang bisa Anda berikan, seperti membuang sampah di tempat sampah, mematikan lampu atau TV saat tidak digunakan, atau menanam pohon. Tunjukkan apa yang akan terjadi bila orang membuang sampah sembarangan.
11. Membaca
Bila Anda ingin si kecil gemar membaca, tentu Anda pun harus mulai menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan Anda. Jadikan buku-buku atau majalah sebagai benda yang selalu ada di rumah, dan mulailah membaca setiap hari. Bacakan buku cerita untuk anak sebelum ia tidur, ajak ia ke perpustakaan atau ke toko buku untuk memilih sendiri buku-buku kesukaannya. Selain membuat anak suka membaca, Anda juga menciptakan bonding dengannya.
12. Menghargai seni
Jika Anda pencinta seni, atau ingin mulai menghargai seni, ajak si kecil untuk menonton pertunjukan-pertunjukan atau pameran seni. Ajak ia ke museum atau menonton operet untuk anak. Pasang lukisan di dinding rumah, dan sediakan juga peralatan untuk mewarnai agar si kecil bisa bereksperimen. Perdengarkan musik-musik yang berkualitas, dan jauhkan ia dari tontonan televisi yang tidak mendidik.
Langganan:
Postingan (Atom)